Pearly Tan dan M Thinaah masih diharapkan untuk bersaing memperebutkan medali pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meskipun pasangan ganda putri yang menduduki peringkat 5 dunia ini sedang menghadapi masa sulit dalam beberapa kompetisi terakhir. Pelatih kepala mereka, Rosman Razak, menyadari berbagai masalah yang dihadapi oleh anak didiknya, terutama Pearly, yang masih berusaha untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri dan ritmenya setelah pulih dari cedera.
Rosman mengakui adanya kekhawatiran terkait penurunan performa mereka baru-baru ini, namun ia menegaskan bahwa ekspektasi terhadap pasangan ini tidak bisa diturunkan begitu saja, mengingat mereka telah membuktikan diri sebagai salah satu yang terbaik di dunia. “Merasa khawatir itu wajar karena ekspektasi terhadap mereka berdua selalu tinggi. Bahkan sekarang pun, saya tidak bisa mengatakan bahwa kita harus menurunkan ekspektasi tersebut,” ujarnya.
Menjaga Mentalitas Tinggi
Rosman menekankan pentingnya mempertahankan mentalitas yang sama berdasarkan pencapaian Pearly dan Thinaah sebelumnya. “Itu adalah sesuatu yang harus diterima oleh Pearly-Thinaah dan tim pelatih. Kita tidak bisa lari dari ekspektasi tersebut, dan kita juga tidak ingin melakukannya,” tegasnya. “Kami tidak ingin mendekati hal ini dengan pola pikir bahwa mereka hanyalah pasangan biasa.”
Menurut Rosman, mereka harus memulai dengan pola pikir bahwa Pearly dan Thinaah termasuk di antara pasangan terbaik di dunia, karena itulah tempat yang seharusnya mereka tempati. “Jadi, semua yang kita lakukan harus diarahkan untuk mengembalikan mereka ke level tersebut,” tambahnya.
Fokus pada Performa
Kepercayaan Rosman terhadap kualitas Pearly dan Thinaah membuatnya tidak terlalu khawatir mengenai siapa yang akan mereka hadapi ketika undian Asian Games dilakukan pada 19 September. Baginya, mengembalikan performa terbaik kedua pemain tersebut jauh lebih penting daripada memikirkan calon lawan. “Jujur saja, saya tidak terlalu khawatir tentang hasil imbang karena fokus utama saya adalah pada performa mereka,” ungkapnya.
“Seperti yang semua orang tahu, mereka sedang melewati fase ini sekarang, jadi di situlah perhatian saya tertuju. Ketika Pearly-Thinaah berada dalam performa terbaiknya, mereka mampu mengalahkan siapa pun. Saya rasa lawan-lawan mereka juga akan waspada menghadapi mereka,” lanjut Rosman. Ia menambahkan bahwa mereka lebih memilih untuk tidak bertemu pasangan-pasangan top terlalu awal, tetapi ia yakin bahwa empat pasangan teratas juga lebih suka menghindari Pearly-Thinaah.
Pada Asian Games 2022 di Hangzhou, Pearly dan Thinaah berhasil mencapai perempat final dalam debut mereka di ajang tersebut sebelum akhirnya kalah dari pasangan asal Korea Selatan, Baek Ha-na dan Lee So-hee.