Jakarta - FIFA telah mengakhiri hubungan kerjanya dengan Kevin Lamour, yang menjabat sebagai Kepala Operasional. Pemecatan ini terjadi setelah Lamour mengeluarkan pernyataan tajam mengenai rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menjual saham Piala Dunia.
Dalam pernyataan resmi, FIFA mengungkapkan, "Hubungan kerja antara FIFA dan Kevin Lamour selaku Kepala Operasional telah berakhir pada 17 Agustus 2026." FIFA juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Lamour atas dedikasinya selama dua tahun dan berharap yang terbaik untuk masa depannya.
Kritik Pedas Terhadap Rencana Penjualan
Sebelum pemecatannya, Kevin Lamour sempat melontarkan kritik keras kepada Infantino terkait wacana penjualan saham Piala Dunia melalui FIFA Forward Enterprise (FFE). Ia menyatakan bahwa rencana tersebut telah menjadi isu kontroversial dan banyak pihak beranggapan bahwa FIFA telah melampaui batas dalam menjual sepakbola.
Lamour menegaskan, "Ini adalah proyekan satu orang. Proyek ini bukan hanya tidak boleh dilanjutkan... tetapi sekarang saatnya bagi para pemimpin politik sepakbola untuk mengajukan pertanyaan yang tepat kepada diri mereka sendiri dan membuat keputusan yang tepat." Ia juga menambahkan, "Dan apabila kritik ini berarti saya harus kehilangan pekerjaan, maka biarlah. Saya akan memahami dan menghormati keputusan itu, setidaknya saya bisa tidur nyenyak malam ini."
Dampak Pemecatan dan Masa Depan Infantino
Meskipun rencana penjualan saham FFE telah dibatalkan melalui voting oleh 211 anggota FIFA yang mayoritas menolak, situasi ini memberikan dampak negatif bagi Gianni Infantino. Hal ini semakin mempersulit posisinya menjelang pemilihan Presiden FIFA yang akan berlangsung pada Maret 2027, di mana ia berencana untuk mencalonkan diri kembali.
Dengan adanya kritik dan pemecatan Lamour, tantangan bagi Infantino semakin berat, terutama dalam mempertahankan dukungan dari komunitas sepakbola global.