Logo
Sepakbola

Pelatih Swiss Mengungkapkan Kekecewaan Usai Kekalahan dari Argentina

Murat Yakin, pelatih tim nasional Swiss, masih merasakan kekecewaan setelah timnya tersingkir oleh Argentina di perempatfinal Piala Dunia 2026. Ia mengkritik keputusan wasit dan penggunaan VAR dalam p...

D
Dyah Entenopo
15 July 2026 35 pembaca
Murat Yakin
Murat Yakin

Pelatih tim nasional Swiss, Murat Yakin, mengungkapkan rasa sakit hati setelah timnya tersingkir di perempatfinal Piala Dunia 2026 oleh Argentina. Pertandingan yang berlangsung di Kansas City Stadium pada Minggu (12/7) pagi WIB berakhir dengan skor 3-1 untuk Argentina. Pada waktu normal, kedua tim bermain imbang 1-1 setelah gol dari Mac Allister berhasil disamakan oleh Ndoye.

Di babak perpanjangan waktu, Argentina berhasil mencetak dua gol tambahan melalui Julian Alvarez dan Lautaro Martinez, yang membawa mereka melaju ke semifinal untuk menghadapi Inggris.

Kejadian Kontroversial di Pertandingan

Swiss mengalami kesulitan ketika penyerang Breel Embolo menerima kartu kuning kedua yang berujung pada kartu merah di menit ke-72. Kejadian ini menjadi sorotan karena Embolo adalah korban pertama dari penerapan aturan baru VAR, yang memungkinkan wasit untuk meninjau ulang pelanggaran yang terjadi.

Awalnya, Embolo terlihat dijatuhkan oleh Paredes, namun setelah tayangan ulang, terlihat bahwa ia terjatuh sendiri setelah memutar badan dan kakinya mengenai kaki Paredes. Wasit memberikan kartu kuning kedua karena dianggap melakukan diving, setelah sebelumnya ia juga menerima kartu kuning di akhir babak pertama akibat pelanggaran terhadap Paredes.

Kritik Terhadap Wasit dan VAR

Setelah pertandingan, Murat Yakin kembali ke Swiss dengan perasaan kecewa. Ia menyatakan, "Kami tidak hanya melawan Argentina sang juara bertahan. Tapi, kami juga melawan wasit dan VAR." Ia menambahkan bahwa kehadiran 70 ribu suporter Argentina di stadion membuat situasi semakin menyakitkan.

Murat sebelumnya juga mempertanyakan keputusan wasit mengenai kartu kuning kedua yang diterima Embolo, yang menurutnya tidak terduga. Ucapan Murat berpotensi menimbulkan masalah bagi dirinya, karena ia dapat dikenakan sanksi oleh FIFA terkait prinsip Fair Play, mengingat sikapnya yang dianggap tidak sportif dalam menerima hasil pertandingan.

Artikel Terkait