Jakarta - Elye Wahi, penyerang tim nasional Pantai Gading, mengalami penolakan untuk masuk ke Kanada. Penolakan ini terjadi karena ia terlibat dalam kasus pengaturan pertandingan yang sedang diselidiki di Liga Prancis. Wahi diduga sengaja menerima kartu kuning saat bermain untuk Nice melawan Metz pada pertengahan bulan Mei yang lalu.
Pemain berusia 23 tahun ini ditangkap oleh pihak kepolisian pada 29 Mei, namun ia dibebaskan sementara sambil menunggu proses investigasi lebih lanjut. Terdapat dugaan bahwa Wahi terlibat dalam praktik perjudian yang membuatnya sengaja mendapatkan kartu kuning tersebut.
Peraturan Ketat di Kanada
Meskipun Wahi dapat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk membela timnya melawan Ekuador, Kanada menerapkan regulasi yang lebih ketat bagi pengunjung yang terlibat dalam masalah hukum. Akibatnya, ia tidak diperbolehkan memasuki Kanada untuk pertandingan kedua timnya.
Tim Pantai Gading dijadwalkan bertanding di Toronto melawan Jerman, dan ketidakhadiran Wahi dipastikan akan menjadi kerugian bagi tim. Sebelumnya, Kanada juga menolak permohonan masuk dari Thomas Partey, gelandang asal Ghana, yang juga terjerat dalam kasus pemerkosaan.
Dampak Kasus Hukum pada Karier Pemain
Kasus yang menimpa Elye Wahi ini menunjukkan bagaimana masalah hukum dapat memengaruhi karier seorang atlet. Penolakan masuk ke Kanada menambah deretan tantangan yang harus dihadapi oleh pemain yang terlibat dalam skandal pengaturan pertandingan.
Dengan situasi ini, Wahi harus menghadapi konsekuensi dari tindakan yang diduga dilakukannya, sementara tim Pantai Gading harus mencari solusi untuk mengatasi absennya salah satu penyerang kunci mereka.