Logo
Berita Olahraga

Perasaan Haru dan Kebanggaan Fadona/Fitriani Setelah Meraih Medali Perak di Padel Asian Games 2026

Fadona Kusumawati dan Fitriani Sabatini, pasangan ganda putri padel Indonesia, meraih medali perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, meski harus mengakui keunggulan tim tuan rumah Jepang.

A
Arka Wisena
04 October 2026 24 pembaca
Isak tangis haru dan raut bangga menyelimuti wajah pasangan ganda putri padel Indonesia, Fadona/Fitriani usai memastikan medali perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.(foto:Akbar/kemenpora.go.id)
Isak tangis haru dan raut bangga menyelimuti wajah pasangan ganda putri padel Indonesia, Fadona/Fitriani usai memastikan medali perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.(foto:Akbar/kemenpora.go.id)

Nagoya: Suasana haru dan rasa bangga menyelimuti pasangan ganda putri padel Indonesia, Fadona Kusumawati dan Fitriani Sabatini, setelah berhasil meraih medali perak di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Meskipun harus menyerahkan posisi juara kepada pasangan ganda putri tuan rumah Jepang, Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto, kedua atlet tersebut tetap merasakan syukur yang mendalam atas pencapaian bersejarah ini.

Laga final yang berlangsung dengan ketegangan tinggi itu sempat memberikan harapan bagi pasangan Indonesia. Fadona dan Fitriani berhasil mengendalikan permainan dan unggul 4-1 pada set kedua. Namun, kebangkitan lawan membuat keunggulan tersebut sirna, dan pertandingan berakhir dengan kekalahan bagi mereka.

Kemunduran Emosional di Lapangan

Fitriani Sabatini tidak dapat menahan emosinya saat mengenang momen-momen penting di lapangan. Kesempatan untuk meraih kemenangan yang sudah di depan mata harus lepas dari genggamannya. “Tadi kita emosional banget karena kita pikir kita bisa ambil set kedua, apalagi sudah pimpin 4-1, cuma akhirnya kalah. Jadi ya, agak sedikit sedih,” ungkapnya pada hari Sabtu (3/10).

Fadona Kusumawati juga mengakui betapa sengitnya perjuangan di lapangan. Di tengah dukungan suporter tuan rumah, ia telah memberikan seluruh kemampuannya. Ia menyadari bahwa lawan memiliki pengalaman yang lebih banyak, mengingat mereka telah menekuni olahraga ini selama hampir satu dekade, sementara Indonesia baru memulai beberapa tahun terakhir. “Kita mati-matian tadi di lapangan, cuman lawan memang lebih bagus banget. Pengalaman mereka sudah main 9 tahun padel, dan kita baru 2 tahun. Tapi kita bersyukur banget dan bangga pastinya,” jelasnya.

Momentum Spesial di Asian Games

Bagi Fadona, berdiri di podium Asian Games adalah momen yang sangat spesial. Ini adalah kali pertama cabang olahraga padel dipertandingkan di ajang multievent tersebut. “Ini pertama kali main Asian Games dan padel pertama kali ada di Asian Games, kita bisa langsung dapat perak. Sungguh bangga,” tambahnya.

Walaupun gagal meraih medali emas, semangat keduanya tidak padam. Sebaliknya, medali perak ini menjadi pendorong untuk terus berjuang dan membalas kekalahan di ajang mendatang. Fadona menegaskan bahwa fokus utama mereka ke depan adalah meningkatkan kualitas latihan dan menjaga semangat bertanding. “Yang pasti untuk ke depannya kita harus bisa latihan terus, semangat lebih dari sebelumnya, dan mau ngalahin lawan kita tadi di turnamen berikutnya,” tegasnya.

Fitriani juga mengungkapkan komitmen serupa. Pengalaman berharga dari laga final Asian Games 2026 ini menjadi motivasi untuk lebih giat berlatih. “Saya pun mau tambah giat latihannya, tambah sering ikut turnamen biar pengalaman makin banyak, dan tentunya pengen ngalahin mereka lagi,” pungkasnya.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait