Logo
Raket

Perjalanan Ahmad Redzuan Menuju Gelar Juara Asia Junior Bulu Tangkis

Ahmad Redzuan Zulwaqqarizal, yang awalnya hanya mampu membeli raket seharga 10 ribu rupiah, kini berhasil meraih gelar juara ganda campuran dalam Kejuaraan Asia Junior 2026. Prestasi ini mengakhiri pe...

E
Elvira Adhitama
08 July 2026 29 pembaca
Ahmad Rezquan-Low Zi Yu/[Foto:Thestar]
Ahmad Rezquan-Low Zi Yu/[Foto:Thestar]

Awal perjalanan Ahmad Redzuan Zulwaqqarizal dimulai dari raket yang dibelinya seharga RM2, setara dengan sekitar 10 ribu rupiah. Kini, di usia 17 tahun, ia telah menjadi juara bulu tangkis junior Asia setelah berhasil meraih gelar ganda campuran bersama Low Zi Yu di Jepang pada hari Minggu. Keberhasilan ini menandai akhir penantian Malaysia selama 19 tahun untuk gelar tersebut.

Di masa kecilnya, Ahmad mengaku lebih menyukai sepak bola. Jika bukan karena dorongan dari ayahnya, Ahmad Abdul Rahman, mungkin ia akan memilih jalur berbeda sebagai pemain sepak bola. Namun, setelah terinspirasi oleh sang ayah yang sering bermain bulu tangkis, ia pun mulai tertarik mencoba olahraga tersebut. "Dulu saya bermain sepak bola, sementara ayah saya sering bermain bulu tangkis dengan teman-temannya. Lalu suatu hari, saya merasa ingin mencobanya. Diam-diam saya membeli raket murah seharga RM2," ungkap Redzuan.

Setelah mengetahui minatnya yang besar terhadap bulu tangkis, orang tuanya memberikan dukungan penuh. "Ketika orang tua saya mengetahui bahwa saya sangat tertarik pada bulu tangkis, mereka memberikan dukungan penuh kepada saya," katanya. Meskipun ia mulai bermain bulu tangkis pada usia sembilan tahun, Ahmad mengaku bahwa ia bergabung dengan Badminton Association of Malaysia (BAM) pada usia 13 tahun, yang tergolong terlambat dibandingkan rekan-rekannya.

Usaha dan Latihan Intensif

Setelah pulang tanpa medali dari tiga edisi sebelumnya, Ahmad bertekad untuk meraih medali di tahun terakhirnya berkompetisi di tingkat junior. Ia meminta sesi tambahan dengan pelatihnya setelah setiap latihan untuk memastikan keberhasilan tersebut. "Saya menargetkan medali emas. Saya berlatih sangat keras dan terus bertanya kepada pelatih saya tentang kelemahan saya dan bagaimana saya bisa meningkatkan kemampuan," jelasnya.

Ahmad mengubah pendekatannya dalam berlatih. "Sebelumnya, saya mengikuti jadwal latihan yang ditetapkan oleh para pelatih, tetapi kali ini saya meminta sesi tambahan untuk meningkatkan kebugaran dan performa saya di lapangan. Saya lebih fokus pada kebugaran karena saya kurang dalam hal itu. Saya banyak berlari di treadmill," tambahnya.

Prestasi yang Membanggakan

Dalam final yang berlangsung selama 43 menit di Gimnasium Umum Kota Yatsushiro, Redzuan dan Zi Yu berhasil mengalahkan pasangan Tiongkok, Zheng Weigang dan Li Menghan, dengan skor 21-15, 22-20. Dengan kemenangan ini, mereka menjadi juara ganda campuran junior Asia kedua bagi Malaysia setelah Tan Wee Kiong dan Woon Khe Wei yang meraih prestasi serupa di Kuala Lumpur pada tahun 2007.

Setelah meraih gelar ini, Ahmad Redzuan akan melanjutkan kariernya dengan berkompetisi di Malaysian Junior International Challenge yang dijadwalkan berlangsung pada 21-26 Juli di Stadion Titiwangsa, Kuala Lumpur. Sementara itu, Low Zi Yu akan berpasangan dengan Noraqilah Maisarah Ramdan untuk mengikuti Taiwan Open pada 28 Juli hingga 2 Agustus.

Artikel Terkait