Logo
Berita Olahraga

Perjalanan Angie Bong dari Tenis ke Pickleball yang Menginspirasi

Angie Bong, mantan pemain tenis, kini menjadi atlet pickleball terkemuka di Indonesia setelah menemukan olahraga ini pada tahun 2024. Dalam waktu singkat, ia berhasil meraih banyak prestasi internasio...

A
Atha Aziz
04 October 2026 28 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Angie Bong atlet pickleball dari Indonesia yang menempati peringkat 15 di Asia untuk kategori tunggal putri dan nomor 1 di Indonesia untuk kategori ganda campuran.(Dokumentasi Pribadi)
Angie Bong atlet pickleball dari Indonesia yang menempati peringkat 15 di Asia untuk kategori tunggal putri dan nomor 1 di Indonesia untuk kategori ganda campuran.(Dokumentasi Pribadi)

Angie Bong tidak pernah membayangkan bahwa pickleball akan menjadi bagian penting dalam karier olahraganya. Sebelumnya, ia dikenal sebagai pemain tenis, namun pada tahun 2024, ia mulai menjelajahi dunia pickleball, sebuah olahraga yang kini semakin populer di berbagai negara Asia. Dalam waktu sekitar dua tahun, Angie beralih fokus dan aktif mengikuti berbagai turnamen internasional, yang membawanya meraih sejumlah prestasi, termasuk gelar juara dunia bersama pasangannya. Saat ini, ia merupakan salah satu atlet pickleball Indonesia yang aktif berkompetisi di luar negeri, dengan koleksi sekitar 60 medali internasional dalam satu tahun.

Transisi dari Tenis ke Pickleball

Peralihan Angie dari tenis ke pickleball terjadi saat ia tinggal di Malaysia, di mana olahraga ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. "Kalau di Indonesia kaya padel gitu, akhirnya saya mainlah disitu hingga tergila-gila dengan cabor ini. Main padel juga kalau lagi di Indonesia tapi fokusnya ke pickleball," ungkap Angie. Pengalaman tersebut membawanya untuk melihat potensi besar dalam pickleball, yang ia yakini memiliki ruang berkembang luas, terutama dengan meningkatnya popularitasnya di Asia. Namun, ia juga menyadari bahwa perkembangan pickleball di Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara-negara Asia lainnya.

Atlet kelahiran Singkawang ini kini menempati peringkat 15 di Asia untuk kategori tunggal putri dan nomor 1 di Indonesia untuk kategori ganda campuran. "Sudah seperti olahraga sehari-hari kalau di luar Indonesia, lapangan juga sudah menjamur. Makanya turnamen banyak di luar negeri, ya di Indonesia masih jarang banget setahun 2-3 kali saja tidak sebesar di luar," jelasnya. Angie juga menambahkan bahwa tahun ini, pickleball di Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda booming, terutama di Bali dan Jakarta, seiring dengan penurunan tren padel.

Harapan untuk Masa Depan Pickleball di Indonesia

Pickleball adalah olahraga raket yang menggabungkan elemen dari tenis, bulu tangkis, dan tenis meja, yang pertama kali diciptakan pada tahun 1965 di Bainbridge Island, Washington, Amerika Serikat. Di Indonesia, olahraga ini mulai dikenal sekitar tahun 2019 dan kini berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sejak Maret 2023. Meskipun perkembangan pickleball di Indonesia belum sebesar di negara lain, hal ini tidak menghalangi atlet Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional. "Saya beruntung meskipun olahraga ini tidak populer di Indonesia, saya dan partner bisa juara ganda dunia pickleball," kata Angie. "Sebenarnya di Indonesia meskipun tidak populer, setiap kirim pemain termasuk beregu itu sering masuk semifinal, dari Indonesia berprestasi semua. Cuma kita terkendala dana, pemain Indonesia tidak kalah dengan negara lain," tambahnya.

Seiring dengan perkembangan pickleball dan pengalamannya di berbagai negara Asia, Angie melihat peluang untuk olahraga ini masuk ke ajang multievent yang lebih besar. Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan kepada atlet Indonesia untuk mengikuti turnamen internasional agar kemampuan pemain tidak tertinggal. "Ya ini kan sebagai olahraga resmi ya dipertandingkan di PON, pemerintah bantulah untuk tour-nya. Pemain Indonesia sebenarnya terkendala dana, kalau tidak mulai dari sekarang kita akan ketinggalan dengan negara-negara lain," ujarnya. Angie yakin bahwa suatu saat pickleball akan menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Games atau SEA Games, mengingat beberapa negara di Asia sudah memiliki lapangan dan atlet yang berkualitas.

Bagi Angie, bertanding di luar negeri bukan hanya soal medali, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan dan mendapatkan pengalaman dari pemain-pemain di berbagai negara. "Tapi kan tetap kita memerlukan dana yang besar, saya saja untuk mengikuti turnamen sebulan bisa dua kali di luar negeri bahkan saya jarang di Indonesia," ungkapnya. Di tengah perjalanan kariernya, organisasi pickleball di Indonesia juga mulai berkembang, dan ia berharap perhatian terhadap atlet dapat semakin ditingkatkan sehingga pemain memiliki lebih banyak ruang untuk berkembang. "Ya mungkin organisasi pickleball baru terbentuk juga, sudah punya ketua baru. Saya berharap lebih dari sekarang meskipun saat ini sudah aware banget dan mendukung atlet-atletnya," tutupnya.

Artikel Terkait