Logo
Raket

Perjalanan Joonas Korhonen dalam Dunia Bulu Tangkis Finlandia

Joonas Korhonen, seorang Tutor Shuttle Time dari Federasi Bulu Tangkis Finlandia, berbagi kisahnya mengenai kecintaannya terhadap bulu tangkis dan pengalaman berharga sepanjang kariernya.

C
Citra Erwana
01 September 2026 19 pembaca
Joonas Korhonen/[Foto:BWF]
Joonas Korhonen/[Foto:BWF]

Dalam edisi ke-72 dari seri Humans of BWF Shuttle Time, Joonas Korhonen menceritakan perjalanan hidupnya di dunia bulu tangkis. Sejak kecil, Joonas sudah menunjukkan minat yang besar terhadap olahraga, sering bermain di luar ruangan bersama ayahnya dan anak-anak yang lebih tua.

“Saya tidak pernah menikmati belajar, tetapi saya tetap berusaha keras hingga lulus SMA. Kenangan terbaik saya adalah dari sekolah menengah olahraga tempat saya bisa bermain bulu tangkis tiga pagi dalam seminggu dan itu merupakan bagian dari program sekolah,” ungkap Joonas.

Awal Mula Bulu Tangkis

Joonas memulai karier bulu tangkisnya dengan bermain bersama ayahnya di sebuah aula dekat rumah. Saat itu, Olimpiade 2004 menjadi momen penting baginya karena ia pertama kali menyaksikan bulu tangkis di tingkat dunia. “Saya merasa permainan itu sangat intens dan cepat, dan menurut saya itu sangat menarik,” katanya.

Setelah itu, Joonas bergabung dengan klub lokal dan mulai berlatih secara serius. Keberhasilannya yang cepat dalam meraih prestasi di kejuaraan junior nasional semakin memotivasi dirinya untuk berlatih lebih keras. “Bulu tangkis menjadi hal terpenting dalam hidup saya dan saya ingin menjadikannya sebagai karier,” tambahnya.

Pengalaman Berkesan dan Kontribusi

Walaupun sebagai pemain Joonas tidak mencapai semua cita-citanya, ia tetap menikmati perjalanan yang dilaluinya hingga usia 30 tahun. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah saat mengikuti Kejuaraan Dunia Junior BWF di Jepang, di mana ia bertanding melawan pemain junior terbaik di dunia. “Pengalaman mengikuti pelatihan kepelatihan di luar negeri juga sangat berkesan karena saya mendapatkan banyak teman baru,” jelasnya.

Meski kini ia masih sesekali bermain, Joonas merasa lebih puas ketika bisa berkontribusi kembali kepada olahraga ini dengan melatih orang lain. “Hal terbaik adalah mendapatkan umpan balik positif dan melihat orang-orang berkembang dan maju,” tuturnya.

Joonas juga menekankan pentingnya detail dalam mengajarkan bulu tangkis kepada pemula. “Anda harus sangat detail saat menjelaskan sesuatu kepada orang-orang yang baru mengenal bulu tangkis,” pungkasnya.

Artikel Terkait