Mehmet Dinc, yang merupakan Tutor Shuttle Time di Federasi Bulu Tangkis Turki, menceritakan pengalamannya dalam dunia bulu tangkis dalam edisi ke-71 dari seri Humans of Shuttle Time. Ia lahir dan dibesarkan di Gazipaşa, sebuah wilayah kecil di provinsi Antalya, yang tidak dikenal sebagai kota olahraga. Meskipun demikian, ia dan teman-temannya memiliki minat besar terhadap berbagai olahraga.
Dinc menyelesaikan pendidikan dasar, menengah, dan atasnya di daerah tersebut. Selama tahun-tahun awal kuliah, ia mendapatkan sertifikasi asisten pelatih dari federasi, diikuti dengan sertifikasi pelatih dasar. Ia meraih gelar sarjana dan magister di bidang Ilmu Olahraga dari Universitas Alanya Alaaddin Keykubat, dan saat ini sedang menempuh studi doktoral di universitas yang sama.
Awal Mula Cinta Bulu Tangkis
Pengalaman pertamanya dengan bulu tangkis dimulai saat ia berusia 11 tahun di sekolah menengah. Pelatih yang datang ke sekolahnya memperkenalkan olahraga ini, yang langsung menarik perhatian Dinc dan teman-temannya. Mereka mulai bermain bulu tangkis di halaman sekolah dan di depan rumah, serta mengikuti sesi latihan. Dinc merasa olahraga ini sangat berbeda karena peralatannya yang unik. Ia segera menyadari betapa menyenangkannya bulu tangkis, dan motivasi untuk berkompetisi semakin tumbuh saat ia mulai mengikuti sesi latihan yang lebih serius.
“Ini adalah olahraga yang sangat berbeda bagi kami karena peralatannya tidak biasa. Begitu saya mulai bermain, saya menyadari betapa menyenangkannya olahraga ini. Tetapi ketika saya melangkah lebih jauh dari sekadar bersenang-senang dan mulai berpartisipasi dalam sesi latihan, aspek kompetitifnya memotivasi saya,” ujarnya.
Perkembangan Karier dan Kontribusi
Setelah pelatihnya memperkenalkan bulu tangkis, Dinc mulai mengikuti sesi latihan secara teratur. Pelatihnya sangat mendukung dan menginspirasi mereka dengan berbagai permainan dan kompetisi kecil. Pada usia 12 tahun, Dinc meraih kesuksesan pertamanya dengan berpartisipasi dalam turnamen resmi, yang semakin memotivasi dirinya untuk terus berkompetisi. Ia terus mengembangkan keterampilannya dalam melatih dan menjadi asisten pelatih di tahun pertama kuliah, lalu diangkat sebagai kepala pelatih pada tahun kedua.
Pada tahun 2019, saat masih menjadi mahasiswa, Dinc resmi bekerja sebagai pelatih di sebuah klub. Ia berhasil membawa atlet ke kejuaraan Turki dan membentuk tim sekolah yang meraih prestasi di tingkat provinsi, regional, dan nasional. Sebagai kepala pelatih Provinsi Antalya, ia memimpin tim dalam berbagai kompetisi, serta mengadakan program penyuluhan bulu tangkis untuk mempromosikan olahraga ini di sekolah-sekolah.
“Dengan memperkenalkan bulu tangkis kepada anak-anak di sekolah-sekolah pedesaan, kami mampu menjangkau daerah-daerah yang kurang terlayani. Saya telah melatih atlet hingga tingkat tim nasional,” jelasnya. Saat ini, Dinc terus melatih atlet elit sebagai pelatih senior dan mengajar bulu tangkis di lima sekolah, termasuk tiga sekolah di desa dan dua sekolah di pusat kota.
Bulu tangkis telah memberinya banyak pengalaman berharga dan hubungan yang luas. Dinc sering bertemu dengan orang-orang dari komunitas bulu tangkis bahkan saat berlibur, yang memberikan kebahagiaan tersendiri baginya.
“Bulu tangkis adalah gairah saya. Itu juga profesi saya. Apa pun yang terjadi, saya tidak bisa menjauhinya. Aktif dalam bulu tangkis adalah sumber kebanggaan bagi saya,” ungkapnya.
Dinc merasa senang mengajar olahraga ini, terutama di sekolah-sekolah pedesaan. Ia merasakan antusiasme siswa saat bermain bulu tangkis dan merasa terharu ketika mereka bertanya kapan mereka akan bermain lagi. Ia juga mengajar bulu tangkis kepada siswa penyandang disabilitas, yang menunjukkan semangat yang sama dalam berlatih.