Pasangan ganda putra Malaysia, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik, mengakui bahwa kehidupan mereka telah berubah secara signifikan setelah mencatatkan sejarah sebagai juara dunia pertama dari negara mereka empat tahun yang lalu. Keduanya menyadari bahwa gelar tersebut membawa ekspektasi dan tanggung jawab yang lebih besar, tetapi Aaron percaya bahwa mereka telah mampu mengatasi tekanan yang ada dengan baik.
"Saya rasa semuanya berubah setelah kami memenangkan gelar Kejuaraan Dunia pertama Malaysia pada tahun 2022. Kehidupan berubah dan ekspektasi dari para penggemar serta negara pun menjadi berbeda. Namun, saya rasa kami telah menanganinya dengan cukup baik sejauh ini," ungkap Aaron dalam sebuah wawancara.
Perjalanan Sejak Menjadi Juara
Empat tahun lalu, di Tokyo, Aaron dan Wooi Yik menciptakan sejarah bulu tangkis Malaysia dengan mengalahkan pasangan Indonesia yang berpengalaman, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan, di final. Kemenangan tersebut menjadikan mereka juara dunia pertama bagi Malaysia. Namun, setahun setelahnya, di Kopenhagen, usaha mereka untuk mempertahankan gelar berakhir di semifinal, di mana mereka harus puas dengan medali perunggu.
Mempersiapkan Turnamen Selanjutnya
Kejuaraan Dunia yang akan berlangsung di New Delhi menjadi turnamen pertama bagi mereka setelah lebih dari sebulan tidak bermain bersama. Pelatih kepala ganda putra, Herry Iman Pierngadi, memutuskan untuk mencoba kombinasi baru dalam persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Terakhir kali Aaron dan Wooi Yik bermain bersama adalah di Singapore Open pada bulan Mei, sebelum Wooi Yik dipasangkan dengan Man Wei Chong. Sementara itu, Aaron Chia awalnya berpasangan dengan Tee Kai Wun sebelum beralih ke pemain muda Aaron Tai.
Di New Delhi, Aaron dan Wooi Yik menempati unggulan keempat dan mendapatkan bye di babak pertama. Mereka akan memulai kampanye mereka pada hari Rabu melawan pasangan Jerman, Jonathan Dresp dan Simon Krax, atau pasangan Thailand, Peeratchai Sukhpun dan Pakkapon Teeraratsakul.