Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, resmi meluncurkan portal terpadu Sport In Indonesia (sportinindonesia.id) pada acara pembukaan Indonesia Sports Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada hari Jumat, 11 September. Menpora Erick menjelaskan bahwa portal ini diciptakan untuk memperkuat ekosistem industri olahraga, pariwisata olahraga, serta meningkatkan prestasi olahraga di tanah air.
“Di sini (portal) ada tentang Indonesia. Kita ingin menunjukkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budaya dan sejarahnya,” ungkap Menpora Erick. Portal ini tidak hanya akan merangkum kalender ajang-ajang olahraga besar, tetapi juga mempromosikan kesiapan infrastruktur dan kekayaan budaya olahraga nasional di kancah internasional.
Mempromosikan Infrastruktur dan Tradisi Olahraga
“Kita ingin mempromosikan infrastruktur yang kita miliki (yang layak dan dirawat dengan baik), serta event-event yang perlu diinformasikan kepada dunia, seperti pencak silat dan karapan sapi. Kita ingin menunjukkan bahwa bangsa kita sudah terlibat dalam sektor olahraga sejak tahun 1948,” lanjut Menpora Erick.
Menpora Erick juga mengingatkan bahwa tradisi olahraga di Indonesia memiliki akar sejarah yang mendalam. Sejak masa pascakemerdekaan, masyarakat Indonesia telah terbiasa berolahraga dengan memanfaatkan alam, seperti berlari tanpa trek dan berenang di sungai. “Saya ingin menekankan bahwa olahraga adalah investasi. Bukan seperti yang dipandang selama ini, bahwa olahraga hanya sekadar biaya,” tegasnya.
Mendorong Daya Saing dan Investasi
Dengan adanya portal Sport In Indonesia, Kemenpora optimis dapat meningkatkan daya saing fasilitas olahraga publik, menarik minat investor, serta memaksimalkan dampak ekonomi dari penyelenggaraan event olahraga besar di Indonesia. Menpora Erick juga menekankan pentingnya tata kelola dan komitmen jangka panjang dari penyelenggara acara olahraga.
“Saya akan memilih event yang jelas bertanggung jawab. Jangan sampai setelah menggelar event, banyak utang. Event ini seharusnya tidak hanya diadakan setahun sekali, tetapi harus ada investasi dan keseriusan dalam membangun acara ke depan,” tegas Menpora Erick.
Ke depannya, Kemenpora akan terus berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menyederhanakan perizinan event olahraga menjadi satu pintu. “Kita akan mempermudah investasi. Olahraga adalah investasi, dan sport adalah sumber pendapatan, bukan biaya. Kita ingin memaksimalkan dampak ekonomi dari penyelenggaraan event olahraga,” tutup Menpora Erick.