Pekanbaru menjadi tuan rumah Audisi Umum PB Djarum 2026 yang sedang berlangsung. Acara ini berlangsung di GOR Angkasa, Riau, dan diikuti oleh ratusan atlet muda yang berlaga untuk mendapatkan Super Tiket di kategori U-11, KU-11, dan KU-12, baik untuk putra maupun putri, dari tanggal 8 hingga 12 Juli 2026.
Pencarian Bakat yang Teliti
Hendrawan, mantan pebulutangkis Indonesia, bertugas sebagai koordinator tim pencari bakat untuk sektor putri. Ia mengungkapkan beberapa aspek penting yang menjadi perhatian dalam pencarian bakat, seperti kualitas teknik olah kaki, keterampilan, serta kelincahan dan kekuatan pemain. "Peserta putri yang kami lihat sejauh ini bagus. Dengan adanya sistem turnamen seperti ini, kami bisa melihat adanya persaingan di lapangan. Jadi, yang dinilai mulai dari sisi teknik, kualitas bertanding dan fighting spirit mereka," jelas Hendrawan.
Ia menambahkan bahwa atlet diharapkan memiliki setidaknya satu keunggulan, seperti footwork yang baik, keterampilan teknik yang mumpuni, kelincahan, dan kekuatan. "Tentu akan lebih menguntungkan kalau ada atlet yang memiliki lebih dari satu kelebihan, apalagi kalau semuanya lengkap," sambungnya.
Tantangan dalam Mencari Bakat Putri
Hendrawan juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam mencari bakat di sektor putri. Ia mencatat bahwa jumlah pemain putri berkualitas di Indonesia tidak sebanyak sektor putra, sehingga menemukan atlet yang memenuhi semua kriteria menjadi hal yang sangat berharga bagi pengembangan bulutangkis nasional. "Untuk menemukan bakat istimewa dari sektor putri memang tidak mudah. Kita tahu bahwa di Indonesia, pemain putri yang benar-benar menonjol jumlahnya tidak banyak," tegasnya.
Salah satu peserta yang berusaha menarik perhatian adalah Bellvania Safistika Sheila Mahaeswari, yang berasal dari klub Jelang Fajar Badminton Class. Bellvania mengikuti audisi dengan harapan untuk menjadi atlet nasional dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. "Saya ikut Audisi Umum PB Djarum di Pekanbaru karena ingin jadi atlet nasional. Dari kecil memang sudah suka bulu tangkis, apalagi sering lihat atlet-atlet Indonesia maupun luar negeri dari Youtube," ungkapnya. Ia juga menambahkan, "Waktu pertandingan tadi, senang sekali bisa menang. Tapi, pas pertama kali main sempat gugup, jadi larinya kurang cepat dan nggak bisa ambil bola."