Prince Naseem Hamed, mantan juara dunia tinju, akhirnya mengungkapkan alasan di balik keputusan pensiunnya dari olahraga yang dicintainya pada usia yang tergolong muda, yakni 28 tahun. Ia menyatakan bahwa bukan kekalahan yang menjadi penyebab, melainkan cedera tangan yang berkepanjangan yang membuatnya tidak mampu bertarung tanpa merasakan sakit.
Hamed, yang dikenal dengan julukan Naz, mulai menarik perhatian publik setelah meraih gelar juara dunia kelas bulu WBO pada tahun 1995 dengan mengalahkan Steve Robinson pada ronde kedelapan. Sejak saat itu, ia dikenal sebagai salah satu petinju paling menghibur berkat gaya bertarung yang agresif dan aksi teatrikal yang ditampilkannya baik di dalam maupun di luar ring.
Karier Cemerlang di Dunia Tinju
Selama kariernya, Hamed berhasil menyatukan gelar juara dunia di kelas bulu dan mempertahankan sabuk juaranya sebanyak 15 kali. Salah satu pertunjukan terbaiknya terjadi pada tahun 1997 ketika ia mengalahkan Kevin Kelley melalui knockout pada ronde keempat di Madison Square Garden, Amerika Serikat. Pertarungan tersebut dikenang sebagai salah satu yang terbaik karena kedua petinju sempat terjatuh sebelum Hamed memastikan kemenangannya yang spektakuler.
Pada tahun 2000, Hamed kembali menunjukkan mental juara dengan bangkit dari knockdown untuk mengalahkan Augie Sanchez di ronde keempat. Meskipun tampil dominan, kondisi fisiknya mulai menunjukkan penurunan, terutama pada kedua tangannya. Karier Hamed mengalami perubahan setelah ia mengalami satu-satunya kekalahan profesional dari Marco Antonio Barrera. Meskipun berhasil bangkit dengan mengalahkan Manuel Calvo, Hamed memilih untuk mengakhiri kariernya pada tahun 2002.
Keputusan Pensiun dan Rasa Sakit yang Dirasakan
Dalam sebuah wawancara dengan talkSPORT, Hamed mengungkapkan bahwa ia sebenarnya masih ingin bertarung. Namun, cedera pada kedua tangannya membuat setiap pukulan yang dilancarkannya menimbulkan rasa sakit yang sangat luar biasa. "Saya sebenarnya ingin terus bertinju. Tetapi saya berpikir, untuk apa memaksakan diri jika tubuh saya sudah tidak mampu melakukannya? Setiap kali tangan saya menghantam lawan, rasa sakitnya benar-benar luar biasa," ungkap Hamed.
Ia juga menyatakan bahwa ia telah mencapai semua target yang diimpikannya selama menjadi petinju profesional. "Saya sudah menjadi juara dunia dan berhasil mempertahankan gelar sebanyak 15 kali. Saya rasa tidak ada lagi yang perlu saya buktikan," tambahnya. Meskipun pensiun lebih awal dibandingkan banyak petinju lainnya, Prince Naseem Hamed tetap dikenang sebagai salah satu ikon dalam dunia tinju. Rekornya yang mengesankan, gaya bertarung yang unik, dan kepribadiannya yang penuh percaya diri menjadikannya sosok yang masih sering dibicarakan hingga saat ini.