Pebulutangkis tunggal putri Indonesia yang menempati peringkat 6 dunia, Putri Kusuma Wardani, akan berjuang sendirian di Japan Open 2026 BWF World Tour Super 750 yang akan berlangsung pada minggu ini. Keputusan mundurnya Gregoria Mariska Tunjung, peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024, dari Pelatnas Cipayung membuat Putri Kusuma harus menghadapi tantangan ini tanpa rekan satu tim, mengingat pemain di bawahnya tidak memiliki cukup poin untuk berpartisipasi di BWF Super 750 dan 1000.
Undian Berat di Babak Pertama
Putri Kusuma Wardani mendapatkan undian yang cukup sulit di babak pertama turnamen yang memiliki total hadiah USD 950.000 atau sekitar 16 miliar rupiah tersebut, di mana ia akan berhadapan dengan pemain senior dari Amerika Serikat, Zhang Beiwen. Saat ini, Putri Kusuma tertinggal dalam catatan pertemuan melawan Zhang Beiwen dengan skor 1-2, di mana pertemuan terakhir mereka terjadi di babak 16 besar Malaysia Open 2026 dengan hasil rubber game 5-21, 21-16, dan 21-18 untuk kemenangan Indonesia.
Apabila berhasil melewati babak pertama, Putri Kusuma akan bertemu dengan pemenang dari pertandingan antara Huang Yu Hsun dari Taiwan dan Unnati Hooda dari India di babak kedua.
Pemain Muda Indonesia Menghadapi Tantangan
Pemain muda Indonesia yang tengah bersinar, Moh Zaki Ubaidillah, juga mendapatkan undian yang menantang di babak pertama Japan Open 2026, di mana ia akan melawan pemain senior asal Denmark, Rasmus Gemke. Saat ini, Moh Zaki belum pernah bertanding melawan Rasmus di tingkat internasional. Namun, keduanya hanya terpaut satu peringkat di papan klasemen dunia, dengan Moh Zaki berada di posisi 27 dan Rasmus di posisi 28.
Jika Moh Zaki berhasil mengalahkan Rasmus Gemke, ia akan berhadapan dengan pemenang antara unggulan ketiga asal Denmark, Anders Antonsen, dan pemain Prancis, Toma Junior Popov.
Alwi Farhan Menghadapi Pemain Senior Jepang
Di sisi lain, bintang muda Indonesia, Alwi Farhan, juga mendapatkan undian yang cukup berat di babak 32 besar Japan Open 2026, di mana ia akan melawan pemain senior Jepang, Kenta Nishimoto. Saat ini, Alwi Farhan tertinggal dalam rekor pertemuan head to head melawan Kenta dengan skor 0-2, di mana pertemuan terakhir mereka terjadi di babak 16 besar Thailand Open 2025 dengan hasil rubber game 15-21, 21-9, dan 13-21 untuk kemenangan Jepang.
Jika Alwi Farhan berhasil mengalahkan Kenta Nishimoto, ia akan berjumpa dengan pemenang pertandingan antara rivalnya asal Prancis, Alex Lanier, dan wakil Taiwan, Lee Chia Hao, di babak 16 besar Japan Open 2026.