Komite Disiplin Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) baru-baru ini mengumumkan hasil sidang yang berkaitan dengan kasus pelecehan seksual yang melibatkan anggota staf pelatihan klub Daejeon JungKwanJang Red Sparks. Dalam sidang tersebut, mantan kepala pelatih Ko Hee-jin dinyatakan hadir di lokasi kejadian saat insiden terjadi pada acara makan malam tim yang berlangsung selama jeda All Star Game pada bulan Januari lalu.
Meskipun Ko Hee-jin telah mengundurkan diri dari posisinya pada akhir Agustus, ia tetap harus menghadapi proses sidang etik dan menerima sanksi dari KOVO. Setelah menelaah berbagai keterangan dan bukti, komite memutuskan bahwa Ko Hee-jin tidak terbukti melakukan pelecehan secara langsung.
Sanksi untuk Ko Hee-jin
Namun, meskipun tidak terbukti melakukan tindakan pelecehan, Ko Hee-jin tetap dikenakan sanksi karena perilakunya yang dianggap tidak pantas di lokasi kejadian. "Kami telah memastikan bahwa tindakan Pelatih A tidak termasuk dalam pelanggaran seksual," ungkap Komdis KOVO. "Namun, kami memutuskan bahwa perilaku yang tidak pantas di tempat yang tidak pantas termasuk dalam 'tindakan lain yang merusak martabat'," lanjutnya.
Ko Hee-jin dikenakan sanksi berupa peringatan dan denda sebesar 3 juta won, yang setara dengan 39,9 juta rupiah. Penjatuhan sanksi ini mempertimbangkan rekam jejak, latar belakang kejadian, serta prestasi masa lalu pelatih tersebut. Sementara itu, sanksi yang lebih berat dijatuhkan kepada pelatih lain yang menjadi terduga pelaku utama dalam kasus pelecehan seksual tersebut.
Keputusan untuk Pelatih Lain
Komite memutuskan bahwa tindakan pelatih lain, yang disebut Pelatih B, merupakan pelanggaran serius terkait pelecehan seksual. "Berdasarkan Pasal 10 Ayat 1 Butir 1 Peraturan Disiplin KOVO dan Pasal 11 Ayat 4 Kriteria Sanksi Disiplin dan Denda, komite memutuskan sanksi penangguhan lisensi selama 5 tahun," jelas putusan Komdis.
Dalam upaya memulihkan performa tim yang menurun drastis setelah musim lalu, manajemen klub melakukan perubahan signifikan di kursi kepelatihan. Kwon Sun-chan, mantan pelatih Pink Spiders, kini ditunjuk sebagai pelatih baru untuk memimpin skuad menghadapi turnamen pramusim KOVO Cup 2026.
Dalam wawancara pertamanya, Kwon Sun-chan menyampaikan evaluasi awal dan gaya permainan yang ingin diterapkannya. "Menurut pendapat pribadi saya, tim ini sering melakukan kesalahan. Mereka juga tampak kurang percaya diri dalam hal servis," ujarnya. "Jika dilihat dari catatan, ada beberapa bagian yang tidak stabil. Untuk memperbaiki bagian-bagian tersebut, dibutuhkan sedikit waktu. Saya ingin menampilkan voli yang dinamis dan agresif."
Kwon juga menegaskan, "Saya akan memastikan para penggemar yang datang ke arena voli dapat merasakan bahwa tim ini penuh tenaga dan semangat juang."