Logo
Berita Olahraga

Raymond dan Joaquin Siap Tampil Perdana di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026

Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin akan melakukan debut mereka di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 yang berlangsung di New Delhi, India. Meskipun baru pertama kali, mereka berfokus pada tantangan dari...

A
Arya Satya
15 August 2026 25 pembaca
Foto: Mercy Raya/detikcom
Foto: Mercy Raya/detikcom

Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin bersiap untuk menjalani debut mereka di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 yang akan diadakan di New Delhi, India. Meskipun status mereka sebagai debutan, keduanya memilih untuk tidak terlalu memikirkan nama besar lawan yang akan dihadapi. Joaquin bahkan menyatakan bahwa tantangan terbesar yang harus mereka hadapi adalah diri mereka sendiri.

Ini merupakan kali pertama bagi Raymond dan Joaquin tampil di Kejuaraan Dunia pada level senior. Kesempatan ini diperoleh setelah mereka meraih sejumlah hasil positif, termasuk kemenangan di Australia Open 2025. Di final turnamen tersebut, mereka berhasil mengalahkan pasangan Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri. Terbaru, mereka menunjukkan performa yang mengesankan di Indonesia Open 2026, di mana mereka mencapai babak final sebelum akhirnya menjadi runner-up setelah kalah dari Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin.

Fokus pada Diri Sendiri

Dengan pengalaman tersebut, Joaquin menilai bahwa lawan di Kejuaraan Dunia tidak jauh berbeda dari turnamen BWF lainnya. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya untuk menjaga fokus pada diri sendiri. "Enggak ada (lawan terberat). Musuh terberat diri sendiri," ungkap Joaquin saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Persaingan Sehat di Ganda Putra

Joaquin juga mengamati bahwa persaingan di sektor ganda putra Indonesia sangat positif. Ia berpendapat bahwa keberhasilan satu pasangan dapat memotivasi pasangan lainnya untuk berprestasi lebih baik. "Bagus sih menurut saya, jadi misalnya ada yang juara memotivasi kita juga biar bisa sama kayak mereka, kalau bisa lebih dari mereka. Jadi kayak ganti-gantian juaranya kan. Itu benar-benar sehat sih buat di ganda putra. Positif," ujarnya.

Raymond dan Joaquin tidak ingin status mereka sebagai pasangan muda membuat mereka menetapkan target yang rendah di Kejuaraan Dunia. Joaquin bahkan berpendapat bahwa kesempatan untuk meraih juara harus dikejar sejak sekarang, tanpa harus menunggu hingga mereka lebih berpengalaman. "Kalau dari saya bukan karena mudanya. Misalkan bisa (juara) sekarang kenapa enggak? Kenapa harus tunggu pas sudah agak berumur? Tapi kalau misalkan dari muda saja bisa kenapa enggak? Jadi kami juga ingin menunjukkan kalau kita itu bisa," jelas Joaquin.

Bagi Joaquin, Kejuaraan Dunia memiliki makna khusus. Ia pernah mengalami kekalahan saat berkompetisi di level junior dan kini bertekad untuk meraih prestasi yang lebih baik di level senior. Namun, ia tidak ingin membebani diri dengan ekspektasi hasil akhir. Persiapan maksimal menjadi pegangan mereka sebelum berangkat ke New Delhi. "Kejuaraan Dunia kalau menurut saya salah satu turnamen yang bergengsi, dan juga kalau menurut saya dia medalinya beda sendiri. Saya pengen punya juga. Dulu junior kan saya individualnya kalah, jadi saya pengen coba ambil di yang senior," ujarnya.

"Apa pun hasilnya di Kejuaraan Dunia nanti, yang pasti kita sudah lakukan yang terbaik di latihan dan itu hasilnya nanti," tegas Joaquin, yang merupakan runner-up di Indonesia Open 2026.

Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 dijadwalkan berlangsung di Indira Gandhi Stadium, New Delhi, India, dari tanggal 17 hingga 23 Agustus. Raymond dan Joaquin menjadi salah satu dari tiga wakil ganda putra Indonesia di ajang bergengsi ini.

Artikel Terkait