Pasangan ganda campuran yang baru saja dinyatakan sebagai juara di Kejuaraan Asia Junior 2026, Low Zi Yu dan Ahmad Redzuan Zulwaqqarizal, menunjukkan sikap rendah hati meskipun telah mencapai prestasi yang luar biasa. Mereka mengalihkan perhatian dari kesuksesan tersebut dan bersiap menghadapi tantangan berikutnya.
Setelah mengakhiri penantian selama delapan tahun bagi Malaysia untuk meraih gelar juara Junior Asia dengan kemenangan di Yatsushiro, Jepang pada hari Minggu, keduanya kembali ke tanah air tanpa terlalu merenungkan pencapaian bersejarah mereka. Zi Yu kini tengah mempersiapkan diri untuk Taiwan Open yang akan berlangsung akhir bulan ini, sementara Redzuan akan berkompetisi di Malaysian Junior International Challenge. Keduanya bertekad untuk mempertahankan momentum positif yang telah mereka bangun.
Persiapan Menuju Kompetisi Selanjutnya
Zi Yu berencana untuk melanjutkan kemitraannya yang berkembang dengan Noraqilah Maisarah Ramdan, sedangkan Redzuan akan berpasangan dengan Isyraf Hafizin Ibrahim, rekan ganda putra regulernya. Mereka berdua ingin meningkatkan performa setelah hanya mencapai babak 16 besar di Yatsushiro. Saat ditanya apakah kemenangan mereka bisa menjadi awal dari kemitraan yang setara dengan juara dunia Chen Tang Jie-Toh Ee Wei, Zi Yu dengan tegas menolak perbandingan tersebut, menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk memikirkan ambisi seperti itu. "Aku belum memikirkan itu. Aku bahkan tidak tahu apakah kita akan terus bermain ganda campuran bersama karena itu tergantung pada pelatih," ujarnya. "Untuk saat ini, saya fokus pada kemitraan ganda putri saya dengan Aqilah," tambahnya.
Menjaga Harapan dan Fokus pada Kinerja
Meskipun berhasil meraih gelar juara, Zi Yu mengakui bahwa baik dirinya maupun Redzuan tidak memasuki turnamen dengan beban ekspektasi yang tinggi, terutama karena mereka hanya memiliki waktu latihan yang singkat bersama. "Kami tahu ini akan sulit dan hanya ingin memberikan yang terbaik. Kami tidak banyak berlatih bersama, jadi memenangkan gelar ini adalah bonus bagi kami," ungkapnya. Redzuan pun sependapat, menegaskan pentingnya menjaga ekspektasi tetap realistis saat ia bersiap untuk Malaysian Junior International Challenge. "Target saya adalah menjadi juara, tetapi saya tidak ingin terlalu memikirkannya karena saya tidak ingin memberi tekanan pada diri sendiri," jelasnya.
Zi Yu juga bersikap hati-hati menjelang Taiwan Open, di mana ia memperkirakan akan menghadapi lawan yang lebih kuat. "Para lawan di sana sangat kuat, jadi saya hanya akan fokus memberikan yang terbaik dan tidak terlalu memikirkan hasilnya," katanya. Meskipun mereka akan berpisah untuk sementara waktu dalam beberapa minggu mendatang, keduanya diperkirakan akan bersatu kembali untuk Kejuaraan Dunia Junior yang akan diadakan di Kairo dari tanggal 5 hingga 17 Oktober. Di sana, mereka berharap dapat melanjutkan kesuksesan mereka dan menjadi juara ganda campuran junior dunia pertama Malaysia sejak Lim Khim Wah dan Ng Hui Lin meraih kemenangan di Auckland pada tahun 2007.