Rexy Mainaky, yang menjabat sebagai Direktur Pelatihan Ganda Nasional, mengungkapkan harapannya agar pasangan ganda putra Malaysia yang tengah bersinar, khususnya Wan Arif Junaidi dan Yap Roy King yang saat ini berada di peringkat 17 dunia, dapat menunjukkan performa terbaik mereka di Malaysia Masters yang akan berlangsung pekan depan.
Pada tahun lalu, Arif dan Roy King telah menunjukkan potensi yang menjanjikan dengan meraih gelar di Super 300 Macau Open dan berhasil mengalahkan beberapa pasangan dari peringkat 10 besar, termasuk pasangan peringkat 7 dunia, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, serta pasangan peringkat 10 dunia, Kim Astrup dan Anders Skaarup Rasmussen. Namun, mereka menghadapi tantangan dalam mempertahankan konsistensi di Tur Dunia.
Performa di Turnamen Sebelumnya
Di luar turnamen Super 500, pencapaian terbaik Arif dan Roy King adalah mencapai perempat final di Thailand Open, Hong Kong Open, French Open, serta Kumamoto Masters. Meskipun perhatian masih tertuju pada pasangan senior seperti Aaron Chia dan Soh Wooi Yik yang menduduki peringkat 2 dunia, juara bertahan Man Wei Chong dan Tee Kai Wun yang berada di peringkat 6, serta Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin Rumsani yang berada di peringkat 9, Rexy berharap agar pasangan yang lebih muda ini dapat mengulangi performa yang mereka tunjukkan saat latihan di arena kompetisi yang lebih besar.
Kesempatan untuk Membuktikan Diri
"Bagi pemain seperti Arif dan Roy King, ini adalah kesempatan bagi mereka untuk membuktikan bahwa mereka tidak hanya baik dalam latihan, tetapi juga mampu berprestasi di turnamen," ungkap Rexy Mainaky. "Kami tidak ingin hanya bergantung pada pemain kunci kami. Saya juga ingin melihat pasangan lain menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan dan kapasitas untuk meningkatkan performa. Jika mereka dapat menghindari pertemuan di babak kedua atau bahkan perempat final, mereka akan mendapatkan motivasi tambahan," tambahnya.
Namun, Wan Arif Junaidi dan Yap Roy King masih kesulitan untuk menunjukkan performa terbaik mereka tahun ini, di mana mereka tersingkir di babak pertama atau babak 16 besar dalam lima turnamen yang diikuti. Dengan demikian, Malaysia Masters menjadi kesempatan yang ideal bagi pasangan ini untuk meraih penampilan terbaik mereka.