Untuk pertama kalinya, dua negara Eropa, Denmark dan Prancis, berhasil mencapai semifinal Piala Thomas dalam satu tahun, menjamin setidaknya medali perunggu bagi keduanya. Keberhasilan ini diraih setelah Denmark mengalahkan Thailand dengan skor 3-1, sementara Prancis tampil dominan dengan kemenangan 3-0 atas Jepang.
Dalam pertandingan perempat final, Denmark berhasil meraih kemenangan melalui Anders Antonsen yang mengalahkan Kunlavut Vitidsarn dengan skor 21-16, 11-21, 21-18. Pasangan ganda putra, Kim Astrup dan A. Rasmussen, juga sukses mengalahkan D. Puavaranukroh dan P. Teeraratsakul dengan skor 16-21, 21-5, 21-17. Namun, Magnus Johannesen harus mengakui keunggulan Panitchaphon Teeraratsakul dengan skor 17-21, 12-21. M. Christiansen dan D. Lundgaard menutup pertandingan dengan kemenangan 21-13, 21-17 atas C. Charoenkitamorn dan W. Thongsa-nga.
Sementara itu, Prancis menunjukkan performa yang kuat dengan Christo Popov mengalahkan Kodai Naraoka 21-17, 21-17, diikuti oleh Alex Lanier yang menang 21-15, 21-17 melawan Yushi Tanaka. Toma Junior Popov menjadi penentu kemenangan Prancis dengan mengalahkan Koki Watanabe 21-19, 23-21, yang sekaligus mengamankan medali Piala Thomas pertama bagi tim Prancis.
Setelah pertandingan, Toma Junior Popov menyatakan kebanggaannya, mengatakan bahwa timnya telah menunjukkan bahwa Prancis ada di peta bulu tangkis dunia. Di sisi lain, Mathias Christiansen dari Denmark juga mengungkapkan rasa bangganya dapat memberikan hasil baik di kandang sendiri, sementara Daniel Lundgaard menyebutkan antusiasme penonton yang luar biasa.
Di babak semifinal, Denmark akan menghadapi juara bertahan China, sedangkan Prancis akan berhadapan dengan juara tahun 2022, India. Pertandingan ini diharapkan akan menjadi tantangan besar bagi kedua tim Eropa tersebut.