Mike Tyson masih dianggap sebagai salah satu petinju kelas berat paling menakutkan dalam sejarah tinju. Meskipun telah lama pensiun, nama "Iron Mike" kembali menjadi perbincangan setelah Shakur Stevenson menyatakan keyakinannya bahwa Tyson dapat mengalahkan Oleksandr Usyk jika keduanya bertanding pada puncak performa mereka masing-masing.
Stevenson, yang kini aktif di divisi ringan, tidak ragu untuk mendukung Tyson dalam pertarungan antar generasi tersebut. Ia berpendapat bahwa Tyson memiliki semua atribut yang diperlukan untuk menghentikan laju petinju asal Ukraina, yang saat ini diakui sebagai salah satu kelas berat terbaik di era modern. "Saya akan memilih Mike Tyson saat berada di masa keemasannya," ungkap Stevenson kepada Paramount Boxing.
Rekam Jejak Mike Tyson yang Mengagumkan
Tyson memiliki sejarah yang sulit untuk ditandingi. Di usia 20 tahun, ia mencatatkan diri sebagai juara dunia kelas berat termuda setelah merebut gelar WBC dari Trevor Berbick pada tahun 1986, dan rekor tersebut masih bertahan hingga kini. Kesuksesan Tyson tidak hanya didukung oleh kekuatan pukulannya, tetapi juga oleh kecepatan tangan yang luar biasa, gerakan kepala yang sulit diprediksi, serta gaya menyerang yang agresif sejak ronde pertama. Kombinasi tersebut membuat banyak lawan mengalami kesulitan dalam mengembangkan strategi bertarung mereka.
Selama masa kejayaannya, Tyson berhasil mengalahkan sejumlah petinju ternama seperti Larry Holmes, Michael Spinks, Frank Bruno, Tony Tucker, hingga Tyrell Biggs. Sebagian besar kemenangan yang diraihnya diperoleh melalui knockout, yang semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu pemukul paling mematikan dalam sejarah kelas berat.
Dominasi Oleksandr Usyk dan Tantangan bagi Tyson
Pernyataan Stevenson muncul di tengah dominasi Oleksandr Usyk, yang telah meraih gelar juara dunia di kelas penjelajah dan kelas berat. Usyk juga berhasil mengalahkan Anthony Joshua dan Tyson Fury dua kali, yang semakin memperkuat posisinya sebagai penguasa divisi kelas berat saat ini. Meskipun begitu, Stevenson percaya bahwa gaya bertarung Tyson akan memberikan tantangan yang berbeda. Tekanan yang diterapkan sejak awal pertarungan, kecepatan dalam mendekati lawan, serta daya ledak pukulannya dapat menjadi senjata yang mengganggu ritme bertarung Usyk, yang mengandalkan teknik, mobilitas, dan kecerdasan dalam membaca pertandingan.
Diskusi mengenai siapa yang lebih unggul di antara keduanya tidak akan pernah menemukan jawaban yang pasti, mengingat mereka berasal dari era yang berbeda. Namun, pandangan Stevenson kembali menegaskan pengaruh besar Mike Tyson dalam sejarah tinju dunia, serta menunjukkan bahwa banyak orang masih menganggap "Iron Mike" sebagai salah satu petinju kelas berat paling berbahaya yang pernah ada di atas ring.