Logo
Berita Olahraga

Simulasi Kedua Jakarta Vertical Run 2026 Dihadiri Ratusan Peserta

Jakarta Vertical Run 2026 akan berlangsung bulan depan, dan sebagai persiapan, simulasi kedua telah dilaksanakan untuk membantu peserta beradaptasi dengan tantangan yang akan dihadapi.

A
Anggun Ratnasari
13 October 2026 21 pembaca
Simulasi II Vertical Run 2026, Minggu (11/10/2026). (Foto: Istimewa)
Simulasi II Vertical Run 2026, Minggu (11/10/2026). (Foto: Istimewa)

Jakarta Vertical Run 2026 dijadwalkan berlangsung pada bulan depan. Sebelum acara resmi dimulai, telah diadakan simulasi kedua untuk membantu peserta beradaptasi dengan tantangan yang akan mereka hadapi. Event ini menawarkan pengalaman berbeda bagi para penggemar lari, di mana peserta akan menaiki tangga alih-alih berlari di jalanan.

Perlombaan ini akan dilaksanakan pada 14-15 November di Menara Autograph, Thamrin Nine, yang merupakan gedung tertinggi di Indonesia dengan 106 lantai. Peserta akan menghadapi tantangan hingga mencapai lantai 106, termasuk area sky deck dan observatorium UP at Thamrin Nine. Total anak tangga yang harus dilalui mencapai lebih dari 2.120, yang memerlukan kekuatan otot kaki, pengaturan napas, serta daya tahan fisik dan mental.

Simulasi II untuk Persiapan Acara

Simulasi kedua dilaksanakan pada Minggu (11/10), setelah simulasi pertama yang diadakan pada bulan September. Kegiatan dimulai dengan berlari sejauh 3 kilometer di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day di Bundaran Hotel Indonesia (HI), sebelum peserta melanjutkan tantangan menaiki tangga di Menara Autograph.

Acara ini merupakan hasil kerja sama antara Autograph Tower, RS Jakarta, dan Dispora DKI Jakarta. Pihak RS Jakarta yang hadir dalam simulasi kedua ini menyatakan dukungan penuh. "Kami siapkan lima ambulance, lima tim dokter, ada tim perawat juga fisiotherapist. Terlebih karena ada kegiatan menaiki anak tangga jadi pastinya yang kita harus antisipasi, harus lihat yang paling banyak itu cedera olahraga. Bisa cedera tegang kaki, cedera lutut itu yang paling utama yang harus jadi perhatian," ungkap dr. Adrian Tarigan dari RS Jakarta.

Tantangan dan Persiapan Peserta

Selain memperkenalkan olahraga vertical running kepada masyarakat, kegiatan ini juga berfungsi sebagai bagian dari persiapan teknis menuju penyelenggaraan Jakarta Vertical Run. Panitia memanfaatkan simulasi ini untuk menguji sistem pelepasan peserta atau wave start yang akan diterapkan saat perlombaan utama. Pada gelombang pertama, atlet elite akan dilepas, diikuti oleh pelari umum dengan interval 15 detik, sedangkan gelombang ketiga dan keempat menggunakan interval lima detik untuk setiap peserta.

Petugas atau marshal juga ditempatkan di setiap lima lantai sepanjang rute tangga untuk membantu pengawasan peserta dan mendukung keselamatan selama perlombaan. Salah satu momen menarik dari simulasi tersebut adalah keberhasilan peserta tercepat yang menyelesaikan pendakian hingga 26 lantai dalam waktu empat menit.

Salah satu peserta yang berhasil menaklukkan 26 lantai dalam waktu tersebut adalah Attila Daffa Yaghi. "Untuk Jakarta Vertical Run, saya lebih fokus ke strength training karena saya biasanya dulu ikut lari di jalanan. Saya tertantang ikut vertical run. Setelah mencoba simulasi 26 lantai, saya merasa perlu latihan strength seperti squat dan penguatan kaki. Juga harus latihan endurance," jelas Daffa.

Persiapan yang matang sangat diperlukan karena Jakarta Vertical Run menawarkan tantangan yang berbeda dibandingkan lomba lari biasa. "Kalau lomba lari di jalanan kan oksigennya banyak, kalau ini kan menaiki tangga darurat yang tentu oksigennya terbatas. Kedua elevasinya sangat berasa apalagi nanti sampai lantai 106. Tadi baru 26 lantai sudah pada engap," tegas Daffa.

Jakarta Vertical Run diinisiasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta dan merupakan ajang resmi Towerrunning World Association (TWA) pertama di Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program sport tourism Dispora DKI Jakarta untuk mendorong aktivitas olahraga di perkotaan dan memperkenalkan pengalaman berolahraga di gedung pencakar langit. "Kebetulan tower run di Indonesia juga sudah diakui oleh tower run dunia, jadi kita akan menggelar tower run pertama kali di Indonesia nanti pada 15 November. Peserta di simulasi Minggu ini ada sekitar 200-250 peserta. Nantinya pada saat acara 15 November nanti sudah ada sekitar 800 peserta yang mendaftar dari 20 negara," jelas Elwi sebagai Strategic Head Jakarta Vertical Run.

Artikel Terkait