Logo
Raket

Statistik Menarik Seputar China Open 2026 di Changzhou

Gelaran VICTOR China Open 2026 di Changzhou menyimpan berbagai fakta menarik, termasuk prestasi para pemain dan sejarah turnamen.

S
Surya Kirana
22 July 2026 22 pembaca
Seo Seung Jae+Chae Yu Jung/[Foto:BWF]
Seo Seung Jae+Chae Yu Jung/[Foto:BWF]

Gelaran Super 1000 terakhir pada musim ini telah dimulai! VICTOR China Open 2026 berlangsung di Changzhou Olympic Sports Center Gymnasium, menyuguhkan data dan fakta menarik mengenai turnamen ini. Terdapat dua puluh dua mantan juara yang berpartisipasi, di mana 18 di antaranya merupakan unggulan.

Prestasi Menarik di Ganda Putri

Salah satu pasangan yang menarik perhatian adalah Lee So Hee, yang bersama mantan pasangannya Chang Ye Na, menjadi salah satu dari dua pasangan non-Tiongkok yang berhasil meraih gelar ganda putri China Open dalam 34 tahun terakhir. Pasangan lainnya adalah Ayaka Takahashi/Misaki Matsutomo. Secara keseluruhan, China hanya gagal meraih gelar di kategori ini sebanyak empat kali dari 34 kesempatan yang ada. Sejak era pasca COVID-19 dimulai pada 2023, tidak ada negara lain yang berhasil memenangkan sektor ini selain China.

Kemenangan bagi Lee atau Jia Yi Fan akan menjadikan mereka sebagai pemain pertama dalam 11 tahun terakhir yang berhasil meraih gelar ganda dengan pasangan yang berbeda. Yu Yang pernah mencapai prestasi tersebut di nomor ganda putri bersama Tang Yuanting pada tahun 2015, setelah sebelumnya meraih kemenangan bersama Wang Xiaoli. Liu Sheng Shu dan Tan Ning juga memiliki peluang untuk mengikuti jejak Wang dan Yu, pasangan tuan rumah terakhir yang berhasil mempertahankan gelar ganda putri China Open pada tahun 2012. Liu dan Tan, bersama dengan Shi Yu Qi serta Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, merupakan satu-satunya unggulan teratas yang sebelumnya telah memenangkan ajang mereka.

Peluang dan Statistik Lainnya

Unggulan teratas di ganda putra, Seo Seung Jae, sebelumnya telah menjadi juara ganda campuran bersama Chae Yu Jung pada tahun 2023. Jika Feng dan Huang berhasil meraih gelar, mereka akan menjadi pasangan campuran kedua setelah Zheng Si Wei dan Huang Ya Qiong yang memenangkan tiga gelar China Open berturut-turut dari 2017 hingga 2019. Di sisi lain, juara bertahan dua kali Wang Zhi Yi berpeluang menjadi pemain kedua dalam sejarah turnamen yang berhasil menyelesaikan hattrick, mengikuti jejak Jiang Yanjiao yang melakukannya antara tahun 2008 hingga 2010.

Jika Chen Yu Fei keluar sebagai pemenang, juara Olimpiade Tokyo 2020 ini akan mengakhiri penantiannya untuk meraih gelar China Open pada percobaan ketujuh. Pencapaian terbaiknya terjadi pada tahun 2018, di mana ia menjadi runner-up di belakang Carolina Marin. Di antara lima pemain peringkat teratas dunia saat ini, hanya Akane Yamaguchi yang memiliki pengalaman memenangkan turnamen ini pada tahun 2017, selain Wang.

Keberhasilan Shi Yuqi dalam mempertahankan gelarnya akan menjadikannya orang pertama sejak Chen Long pada tahun 2013 yang berhasil melakukannya di kategori tunggal putra. Menariknya, ganda putra merupakan satu-satunya kategori di mana China tidak memiliki gelar terbanyak, di mana Indonesia memimpin dengan 11 gelar, dua lebih banyak daripada tim tuan rumah. Tahun ini, Indonesia mengirimkan dua pasangan unggulan di disiplin ini, termasuk juara bertahan Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, yang tiba di Changzhou setelah meraih kemenangan di Japan Open.

Terdapat tujuh tim yang memiliki unggulan di kategori yang belum pernah mereka menangkan, termasuk Prancis, Kanada, dan Thailand di tunggal putra, Thailand dan Indonesia di tunggal putri, Jepang di ganda putra, Malaysia di ganda putri, serta Hong Kong China, Prancis, dan Thailand di ganda campuran. Statistik yang menonjol mencatat bahwa Nathan Robertson dan Gail Emms pada tahun 2005 tetap menjadi pasangan terakhir dari luar Tiongkok, Indonesia, atau Korea yang berhasil meraih gelar juara ganda campuran.

Artikel Terkait