Jorge Martin saat ini masih berada di puncak klasemen MotoGP 2026 setelah 13 seri berlangsung, dengan perolehan 256 poin, unggul 19 poin dari Marc Marquez yang menempati posisi kedua. Meskipun demikian, Carlo Pernat, seorang pengamat MotoGP, mengungkapkan bahwa mengandalkan konsistensi finis tidaklah cukup untuk memastikan gelar juara bagi Martin.
Martin sebelumnya menyatakan keinginannya untuk menerapkan strategi yang membawanya meraih gelar MotoGP 2024, di mana ia tidak selalu menjadi pembalap dengan jumlah kemenangan terbanyak, tetapi mampu menjaga konsistensi dengan sering finis di posisi terdepan. Namun, Pernat berpendapat bahwa pendekatan tersebut tidak akan efektif dalam menghadapi persaingan di MotoGP 2026 yang lebih ketat.
Persaingan yang Lebih Ketat
Pernat menekankan bahwa situasi yang dihadapi Martin saat ini berbeda, karena ia harus bersaing dengan dua rival utama, yaitu Marc Marquez dan Marco Bezzecchi. "Martin jadi juara dunia saat melawan Bagnaia dengan cara finis di depan, tentu. Tapi, dia hanya menghadapi Bagnaia," ungkap Pernat.
"Sekarang, dia bertarung untuk juara dunia MotoGP 2026 melawan Bezzecchi dan Marquez," tambahnya. Pernat juga mengkritik target Martin untuk sekadar finis di posisi empat atau lima besar, menyebutnya bukan strategi yang tepat. Ia menegaskan bahwa Martin perlu mengambil risiko yang lebih besar jika ingin tetap di jalur juara.
Perlu Tampil Agresif
"Dia tidak lagi bisa cukup finis di posisi empat atau lima. Itu tidak berguna," ujar Pernat. "Martin harus menunjukkan kekuatan dan mulai dari balapan berikutnya, menjadi Martin yang dikenal semua orang. Si Martinator, seperti julukannya," tegas mantan manajer Enea Bastianini tersebut.
Peluang bagi Martin untuk membuktikan kemampuannya sesuai dengan saran Pernat akan hadir pada MotoGP San Marino 2026. Seri ke-14 ini dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Misano World Marco Simoncelli pada 11-13 September.