Logo
Sepakbola

Suporter Valencia Tuntut Presiden Klub Mundur Setelah Kekalahan Telak dari Barcelona

Kekalahan telak 0-5 yang dialami Valencia di kandang sendiri oleh Barcelona memicu kemarahan suporter, yang kemudian menuntut presiden klub untuk mundur. Aksi protes ini berlangsung di luar stadion Me...

E
Eko Prasetyo
07 September 2026 19 pembaca
Suporter Valencia membentangkan spanduk yang mengkritik presiden klub, Kiat Lim, dalam laga melawan Barcelona di Mestalla. Foto: Getty Images/David Ramos
Suporter Valencia membentangkan spanduk yang mengkritik presiden klub, Kiat Lim, dalam laga melawan Barcelona di Mestalla. Foto: Getty Images/David Ramos

Valencia - Para pendukung Valencia menunjukkan kemarahan mereka setelah tim kesayangan mereka mengalami kekalahan telak 0-5 dari Barcelona di Mestalla pada pekan keempat Liga Spanyol, Minggu (6/9/2026). Gol-gol dari Lamine Yamal (2), Fermin Lopez, Raphinha, dan Pedri membawa Barcelona meraih tiga poin dan mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen sementara dengan 12 poin. Sementara itu, bagi Valencia, ini merupakan kekalahan ketiga berturut-turut di liga domestik dari empat pertandingan yang telah dilakoni, membuat mereka terpuruk di dasar klasemen dengan hanya mengumpulkan satu poin.

Protes Suporter di Luar Stadion

Setelah pertandingan, para suporter meluapkan rasa kecewa mereka. Ribuan penggemar berkumpul di luar stadion Mestalla, melontarkan sindiran kepada para pemain dengan sebutan "tentara bayaran". Kemarahan juga ditujukan kepada presiden klub, Kiat Lim, dan ayahnya, Peter Lim, yang diminta untuk "pulang saja". Kiat Lim terlihat hadir di stadion dan duduk bersebelahan dengan presiden Barcelona, Joan Laporta. Sebelum pertandingan dimulai, sejumlah suporter memilih untuk berdemo di luar stadion ketimbang masuk untuk menyaksikan pertandingan.

Kritik Terhadap Manajemen Klub

Di tengah laga, baik pemain maupun pelatih Carlos Corberan mendapatkan sorakan negatif dari suporter. Spanduk kritik terhadap Kiat Lim juga terlihat di tribun. Keluarga Lim telah memiliki klub Valencia sejak tahun 2014, namun hubungan mereka dengan para suporter tidak pernah baik dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena performa klub yang cenderung biasa-biasa saja. Selama lebih dari sepuluh tahun di bawah kepemimpinan keluarga asal Singapura ini, Valencia hanya berhasil meraih satu trofi, yaitu Copa del Rey pada tahun 2019, dan sering terjebak di papan tengah klasemen.

Dengan situasi ini, para suporter berharap adanya perubahan signifikan dalam manajemen klub agar Valencia bisa kembali ke jalur kemenangan.

Artikel Terkait