Logo
Moto GP

Tardozzi: Andrea Dovizioso Lebih Berperan dalam Kebangkitan Ducati daripada Bagnaia

Davide Tardozzi mengungkapkan bahwa Andrea Dovizioso memiliki peran yang lebih signifikan dalam kebangkitan Ducati di MotoGP dibandingkan Francesco Bagnaia dan Jack Miller.

C
Citra Erwana
28 July 2026 3 pembaca
Andrea Dovizioso dan Davide Tardozzi
Andrea Dovizioso dan Davide Tardozzi

Davide Tardozzi memberikan pandangan yang berbeda dari Francesco Bagnaia mengenai sosok yang berkontribusi dalam kebangkitan Ducati di MotoGP. Tardozzi menilai bahwa Andrea Dovizioso adalah kunci utama dalam transformasi Ducati menjadi kekuatan dominan dalam balapan motor tersebut.

Selama satu dekade terakhir, Ducati telah menunjukkan kemajuan pesat dan menjadi salah satu tim terkuat di MotoGP. Menurut Tardozzi, Dovizioso memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan panjang ini. Pernyataan Tardozzi menarik perhatian, terutama karena sebelumnya Bagnaia mengklaim bahwa ia dan Jack Miller adalah bagian dari tim yang membangun Ducati hingga mencapai kesuksesan saat ini.

Pandangan Tardozzi tentang Dovizioso

Manajer tim Ducati tersebut menekankan bahwa Dovizioso adalah salah satu pebalap yang berkontribusi besar dalam pengembangan motor Desmosedici. Tardozzi mengungkapkan pandangannya saat menjadi tamu di podcast Misterhelmet, di mana ia membandingkan kontribusi Dovizioso dengan pebalap lain seperti Bagnaia dan Marc Marquez, yang masing-masing memiliki karakter dan pendekatan yang berbeda.

Menurut Tardozzi, keberhasilan Ducati dalam bersaing di MotoGP tidak terlepas dari masukan Dovizioso selama proses pengembangan motor yang dipimpin oleh Gigi Dall'Igna. "Saya masih ingat pertama kali motor Gigi turun di Sepang pada 2015. Setelah lima lap, dia berhenti dan tidak melihat siapa pun sejenak," ungkap Tardozzi. "Setelah itu, dia melepas helmnya, melihat Gigi dan berkata, 'Kita sudah sampai.'

Perkembangan Ducati dan Dovizioso

Tardozzi menjelaskan bahwa proses pengembangan yang dilakukan menjadi fondasi bagi Ducati untuk menciptakan motor yang semakin kompetitif di musim-musim berikutnya. "Dari motor dan pengembangan itulah lahir motor yang kompetitif pada 2016, terutama sejak 2017, ketika Andrea mulai finis kedua di Kejuaraan Dunia, di belakang siapa lagi kalau bukan Marc Marquez yang fenomenal," tambahnya.

Dovizioso memang menjadi rival utama Marquez dalam perebutan gelar MotoGP selama tiga tahun berturut-turut, yaitu 2017, 2018, dan 2019, di mana ia tiga kali menyelesaikan musim sebagai runner-up sebelum meninggalkan Ducati pada akhir 2020. Tardozzi juga menilai bahwa Dovizioso seharusnya bisa meraih lebih banyak prestasi dari musim 2020, dan menyayangkan kegagalan untuk meraih gelar pada tahun tersebut.

Meskipun demikian, kontribusi Andrea Dovizioso terhadap Ducati tetap diakui dan dihargai. Setelah era Dovizioso, Bagnaia berhasil membawa Ducati meraih gelar juara dunia MotoGP pada tahun 2022 dan 2023. Kini, Ducati kembali memiliki Marc Marquez sebagai juara dunia, yang menunjukkan bahwa dominasi Ducati bukanlah hasil yang instan, melainkan hasil dari proses panjang yang melibatkan Dovizioso.

Artikel Terkait