Jakarta - Jabatan pelatih ganda campuran untuk tim bulutangkis Indonesia saat ini belum terisi. Taufik Hidayat, Wakil Ketua Umum PBSI, mengungkapkan bahwa proses seleksi untuk posisi tersebut sudah dimulai. "Kami bisa saja mengumumkannya minggu depan, tetapi secara administrasi semua belum selesai. Saya ingin segera mengumumkannya, tetapi kami masih perlu melihat kekurangan dan kelebihan dari beberapa kandidat. Kami juga harus berdiskusi dengan para pemain," jelas Taufik di Senayan, pada Jumat (31/7/2026).
Kandidat Pelatih yang Diperhatikan
Taufik menyebutkan bahwa beberapa nama calon pelatih telah masuk dalam radar PBSI. Mereka adalah pelatih yang melamar ke Pelatnas, dan ada juga yang menjadi incaran oleh M. Fadil Imran, pimpinan federasi. "Ada kandidat dari luar negeri, dari Indonesia, dan juga yang bukan orang Indonesia. Kami memiliki beberapa pilihan, dan dalam waktu dekat saya akan mengumumkannya," tambahnya.
Salah satu nama yang sempat muncul dalam spekulasi adalah Nova Widianto, mantan pelatih Pelatnas, yang baru-baru ini mengakhiri kerjasamanya dengan timnas bulutangkis Malaysia. Namun, Taufik menegaskan bahwa belum ada keputusan pasti mengenai kandidat tersebut. "Semua masih dalam tahap pembicaraan. Saya tidak bisa memastikan siapa yang akan terpilih. Nanti kami akan mengumumkan secara resmi. Jujur, saya belum memiliki nama yang pasti," ujarnya.
Kriteria Pelatih yang Diharapkan
Taufik juga menekankan pentingnya kandidat pelatih yang dapat memenuhi kriteria kinerja yang ditetapkan oleh PBSI. Menurutnya, sistem promosi dan degradasi tidak lagi harus menunggu satu tahun. Jika kinerja pelatih stagnan, regenerasi bisa dilakukan lebih cepat. "Dalam olahraga, yang dinilai adalah kinerja, target harian, program latihan, dan prestasi. Seperti yang saya katakan sebelumnya, baik atlet maupun pelatih bisa dinilai kapan saja," ungkapnya.
Ia menambahkan, "Dulu, promosi dan degradasi dilakukan setiap akhir tahun. Sekarang, jika berdasarkan statistik, performa dan prestasi tidak berkembang, mengapa tidak kita lakukan regenerasi?" Taufik juga menyatakan bahwa PBSI tidak ingin terburu-buru dalam memilih pelatih. "Saya ingin secepatnya karena kami tidak bisa menunggu terlalu lama. Para pemain juga menantikan kepastian. Namun, kami tidak ingin sembarangan dalam memilih pelatih. Kami ingin mendapatkan pelatih yang tepat," tegasnya.