Logo
Berita Olahraga

Taufik Hidayat Soroti Potensi Olahraga di Jawa Timur

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi olahraga di Jawa Timur, terutama dalam cabang unggulan seperti bulu tangkis, saat bertemu dengan Wakil Ke...

A
Arka Wisena
13 October 2026 20 pembaca
Wamenpora RI Taufik Hidayat, memuji potensi besar yang dimiliki Provinsi Jawa Timur di bidang keolahragaan, khususnya pada cabang olahraga unggulan.(foto:Omen/kemenpora.go.id)
Wamenpora RI Taufik Hidayat, memuji potensi besar yang dimiliki Provinsi Jawa Timur di bidang keolahragaan, khususnya pada cabang olahraga unggulan.(foto:Omen/kemenpora.go.id)

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Taufik Hidayat, memberikan pujian terhadap potensi besar yang dimiliki Provinsi Jawa Timur dalam bidang olahraga, khususnya pada cabang-cabang olahraga unggulan. Pujian ini disampaikan oleh Taufik saat menerima kunjungan dari Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, beserta jajarannya di Kemenpora, Jakarta, pada hari Selasa, 13 Oktober.

“Saya harap dan yakin olahraga Jawa Timur ini sangat berpotensi, apalagi olahraga unggulannya termasuk bulu tangkis. Jawa Timur sudah punya nama besar di panggung keolahragaan,” ungkap Taufik Hidayat.

Sinergi untuk Pembinaan Olahraga

Taufik Hidayat menekankan pentingnya adanya kolaborasi antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur dengan DPRD setempat untuk mendukung pembinaan dan pengembangan cabang olahraga yang menjadi prioritas. Ia menjelaskan bahwa proses pembinaan atlet memerlukan waktu yang berkelanjutan dan tidak bisa dicapai secara instan.

“Olahraga ini bukan hal yang instan, olahraga adalah investasi dan butuh proses. Kalau olahraga berhenti seminggu saja, performa atlet bisa berantakan. Pembinaan dan kompetisi atlet harus berjalan terus,” jelasnya.

Strategi Pengembangan Atlet Muda

Dalam pertemuan tersebut, Taufik juga memaparkan beberapa langkah strategis yang diambil oleh Kemenpora untuk mendukung pengembangan atlet muda serta penguatan fasilitas olahraga. Salah satu langkah tersebut adalah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mempermudah perizinan bagi sekolah yang ingin melatih atlet muda, serta meningkatkan kapasitas guru olahraga di sekolah.

“Di sekolah dasar, fasilitas olahraga mungkin memang masih minim, dan fasilitas lengkap kebanyakan masih terpusat di Jakarta. Melalui jaringan Kemendikdasmen, kami ingin sekolah bisa mengarahkan anak-anak berolahraga dengan materi dan teknik yang benar,” tambah Taufik.

Berkenaan dengan kesejahteraan atlet, Taufik menyatakan bahwa Kemenpora sedang merancang skema dana pensiun untuk atlet sebagai upaya memberikan perlindungan dan jaminan kesejahteraan. Ia juga menekankan pentingnya edukasi mengenai literasi keuangan bagi atlet.

“Kita juga mendorong keterlibatan swasta dalam pengembangan olahraga. Kami juga melihat potensi industri olahraga, seperti halnya ajang MotoGP Mandalika yang memberikan dampak ekonomi luas bagi penerbangan, penginapan, hingga usaha kuliner,” tuturnya.

Sementara itu, Deni Wicaksono, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, menyampaikan apresiasi terhadap langkah-langkah yang telah diambil oleh Kemenpora. Ia menekankan pentingnya koordinasi untuk memastikan kesejahteraan atlet tetap terjaga pasca-pensiun.

“Terima kasih atas diskusinya, semoga bisa menghasilkan langkah konkret untuk kita semua,” pungkas Deni.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait