Logo
Raket

Tee Kai Wun dan Yap Roy King Raih Gelar di Korea Masters 2026

Pasangan Tee Kai Wun dan Yap Roy King berhasil mengalahkan rekan senegara mereka di final Korea Masters 2026, meraih gelar ganda putra pertama untuk Malaysia tahun ini.

A
Anggun Ratnasari
10 August 2026 26 pembaca
Tee Kai Wun-Yap Roy King/[Foto:NST]
Tee Kai Wun-Yap Roy King/[Foto:NST]

Pasangan ganda putra Tee Kai Wun dan Yap Roy King sukses menaklukkan kompatriot mereka, Man Wei Chong dan Soh Wooi Yik, dalam pertandingan final Korea Masters 2026 yang berlangsung pada hari Minggu. Kemenangan ini memberikan gelar ganda putra pertama bagi Asosiasi Badminton Malaysia di tahun ini.

Dalam final yang dihelat di Asan, Kai Wun dan Roy King mengalahkan Wei Chong dan Wooi Yik dengan skor 21-13, 21-18. Kedua pasangan ini merupakan bagian dari kombinasi baru yang sedang diuji oleh pelatih nasional, Herry IP, dalam rangka menghadapi Tur Dunia.

Kemenangan Bersejarah untuk Malaysia

Sebelum keberhasilan Kai Wun dan Roy King, pasangan independen Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin Rumsani menjadi satu-satunya pemain Malaysia yang meraih gelar ganda putra di tur musim ini, setelah memenangkan Indonesia Masters pada bulan Januari dan Indonesia Open di bulan Juni. Gelar ini menjadi yang kedua bagi Malaysia di Korea Masters, menyusul kemenangan Wooi Yik pada tahun 2024 bersama pasangan tetapnya, Aaron Chia. Sejak turnamen ini dimulai pada tahun 2007, kedua gelar tersebut merupakan satu-satunya prestasi Malaysia di ajang ini.

Hadiah dan Momentum Menuju Olimpiade

Atas pencapaian mereka, Kai Wun dan Roy King membawa pulang hadiah sebesar US$19.750 (setara RM80.800), sementara Wei Chong dan Wooi Yik menerima US$9.500 (setara RM38.900). Herry IP menyatakan bahwa kemenangan Kai Wun dan Roy King, ditambah dengan posisi runner-up Aaron Chia dan Aaron Tai di Taiwan pekan lalu, telah menciptakan momentum penting dalam mencari kombinasi terbaik menjelang Olimpiade Los Angeles 2028.

"Saya senang melihat Kai Wun dan Roy King memenangkan gelar di Korea. Kedua pasangan tersebut mengalami kesulitan di turnamen awal tetapi berhasil menunjukkan peningkatan," ungkap Herry. "Setiap pasangan baru membutuhkan waktu untuk berkembang. Beberapa pemain beradaptasi dengan cepat, sementara yang lain membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyesuaikan diri dan memahami pasangan baru mereka."

Artikel Terkait