Selama sebagian besar hidupnya, Tiew Wei Jie, pebulutangkis nasional yang tengah bersinar, mengakui bahwa ia tidak pernah menyentuh raket bulu tangkis sebelum berusia 12 tahun. Di usianya yang kini 18 tahun, ia lebih fokus pada pendidikan hingga akhirnya diperkenalkan pada olahraga ini oleh saudaranya.
Namun, saat pertama kali mencoba, Tiew Wei Jie tidak merasakan ketertarikan yang mendalam. Ia mengaku kesulitan beradaptasi dengan sesi latihan yang dirasakannya monoton. “Awalnya saya tidak benar-benar serius,” ungkap Wei Jie setelah menjalani sesi latihan di Akademi Bulu Tangkis Malaysia (ABM) baru-baru ini. “Latihan itu sangat monoton dan saya cepat bosan. Baru setelah saya mulai kalah dalam pertandingan, saya ingin meningkatkan kemampuan,” tambahnya.
Perkembangan dan Motivasi
Sifat kompetitif yang dimilikinya kemudian menjadi bagian penting dari kepribadiannya. Wei Jie mengakui bahwa ia lebih menikmati momen berkompetisi dibandingkan berlatih. Meskipun mengalami perkembangan yang terbilang lambat, dorongannya untuk meraih kemenangan terus memotivasi kemajuannya, bahkan setelah tersingkir di perempat final Kejuaraan Junior Asia di Jepang awal bulan ini.
Peringkatnya yang kini berada di posisi 493 dunia menjadikannya sebagai kritikus paling keras bagi dirinya sendiri. Ia merasa seharusnya bisa tampil lebih baik saat menghadapi juara akhirnya, Hong Tianyue dari Tiongkok. “Saya belum melakukan cukup banyak dan seharusnya tampil lebih baik. Tingkat kemampuan dan kondisi fisik saya tidak sinkron selama pertandingan,” jelas Wei Jie.
Persiapan Menuju Turnamen Selanjutnya
Menjelang penampilannya di Malaysia Junior International Challenge yang dijadwalkan berlangsung pada 21-26 Juli, Tiew Wei Jie berkomitmen untuk meningkatkan permainannya. “Pelatih saya menunjukkan kelemahan saya di lini depan dan saya bertekad untuk memperbaikinya,” ujarnya. “Saya akan fokus pada setiap poin dan berharap bisa melaju jauh,” tambahnya, mengingat pencapaiannya yang berhasil mencapai semifinal tahun lalu.