Kontingen Indonesia telah bersiap untuk berkompetisi di Asian Para Games 2026. Sebanyak 103 atlet tiba di Bandar Udara Internasional Chubu Centrair, Nagoya, Jepang, pada Selasa sore (13/10/26) waktu setempat. Seluruh anggota rombongan datang dalam kondisi sehat setelah menempuh perjalanan selama 7 jam 20 menit.
Pada partisipasi tahun ini, Indonesia mengirimkan total 210 personel yang terdiri dari 103 atlet dan 107 ofisial. Atlet yang tergabung dalam kontingen ini berasal dari 12 cabang olahraga (cabor). Jumlah atlet tersebut terdiri dari 25 atletik, 15 bulu tangkis, 12 renang, 10 angkat berat, 9 tenis meja, 7 panahan, 7 judo, 5 balap sepeda, 3 menembak, 2 taekwondo, 5 boccia, dan 3 anggar kursi roda.
Fokus Adaptasi di Nagoya
Reda Manthovani, Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia untuk Asian Para Games 2026, menjelaskan bahwa fokus utama para atlet setelah tiba di Nagoya adalah beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Mereka diberangkatkan lebih awal untuk memberikan waktu yang cukup bagi atlet mengenal tempat sebelum pertandingan dimulai pada 15 Oktober.
Berdasarkan jadwal, dua cabang olahraga akan dipertandingkan sebelum upacara pembukaan, yaitu para bulu tangkis dan para tenis meja, yang akan memulai babak kualifikasi pada hari Jumat (16/10/2026). Reda menyatakan, "Sampai di Nagoya, itu kesempatan bagi mereka untuk menyesuaikan diri dengan tempat karena pertandingan bukan hari ini, tapi mungkin baru mulai nanti di tanggal 16."
Tantangan dan Persiapan Tim
Reda juga menyoroti tantangan yang dihadapi tim CdM terkait komunikasi antara atlet dan ofisial. "Nah, ini karena banyaknya atlet, banyaknya juga tim pendukung, tantangannya itu ya ada miskomunikasi atau miskoordinasi. Contohnya dalam masalah-masalah teknis yang detail-detail, dalam koper itu tidak boleh ada power bank, tapi ternyata masih ada power bank," ungkapnya.
Namun, Reda merasa bersyukur karena semua masalah kecil tersebut telah dapat diatasi. "Alhamdulillah semuanya sudah kita bereskan. Ada hal-hal kecil, tapi bisa segera diatasi karena ada bantuan dari general manajer kita di sini, InJourney di Kota Solo ini, Alhamdulillah semuanya berjalan lancar," tambahnya.
Reda juga mengungkapkan bahwa timnya telah melakukan survei beberapa bulan sebelumnya untuk menandai lokasi-lokasi yang akan menjadi posko kontingen Indonesia di Nagoya. "CDM sudah survei lebih dulu beberapa bulan yang lalu untuk memastikan tempat-tempat yang menjadi posko, menjadi markas pusat, dan juga kita menandai hotel-hotel yang akan menjadi tempat istirahatnya para atlet," jelasnya.
Di sisi lain, Jarot Hernowo, koordinator tim pelatih para bulu tangkis Indonesia, menyampaikan kesiapan para atlet menjelang pertandingan pertama pada hari Jumat (16/10/2026). Pasangan Leani Ratri Oktila dan Hikmat Ramdani diharapkan dapat menguasai nomor ganda campuran klasifikasi SL3-SU5. Jarot optimis bahwa sumbangan medali juga akan datang dari nomor-nomor lainnya.
Hikmat Ramdani menambahkan bahwa medali emas adalah target yang ingin dicapai untuk mengamankan tiket ke Paralimpiade Los Angeles 2028 mendatang. "Persiapan satu tahun. Soalnya dari Paris, sampai nanti mungkin LA, cari poin. Setelah ini kan Malaysia, lanjut lagi cari poin untuk Paralympic," ujarnya.
Tim Indonesia ditargetkan untuk meraih 7 medali emas, 8 medali perak, dan 17 medali perunggu serta menembus 10 besar klasemen pada Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya.