Jakarta - Fitriyani, pelatih tim panjat tebing speed, mengungkapkan rasa puasnya terhadap performa para atlet di Asian Games 2026. Namun, ia juga menekankan perlunya evaluasi, terutama terkait penampilan Aditya Tri Syahria di nomor speed putra. Aditya berhasil meraih peringkat pertama di babak kualifikasi dan memecahkan rekor Asian Games dengan waktu 4,62 detik, tetapi gagal meraih medali setelah melakukan kesalahan start di babak final.
“Aditya sudah rekor Asia dan di dunia, dia juga nomor dua tercepat. Tapi mungkin karena jam terbang dan pengendalian diri mungkin kita harus evaluasi ke depannya dan banyak berlatih reaksi start lagi,” jelas Fitriyani saat memberikan keterangan kepada media.
Evaluasi dan Peningkatan Performa
Secara keseluruhan, Fitriyani menilai bahwa penampilan puncak tim speed benar-benar terlihat di Nagoya. Semua catatan waktu yang dicapai melampaui hasil latihan sebelumnya, seperti Desak Made Rita Kusuma Dewi dengan waktu 6,06 detik, Aditya 4,62 detik, Veddriq Leonardo 4,78 detik, dan Berthdigna Devi Surya Kusuma yang berada di peringkat lima dengan waktu terbaik 6,49 detik. “Alhamdulillah, peak performanya pas semua. Waktunya itu di luar latihan semua, itu naik semua. Kami sangat puas dan mungkin harus lebih berbenah lagi ke depannya,” tambahnya.
Fokus ke Kejuaraan Dunia di Chile
Tim kini akan segera beralih fokus ke ajang terakhir musim ini, yaitu World Climbing Series di Santiago, Chile, yang berlangsung dari 23 hingga 25 Oktober 2026. Kejuaraan ini akan menjadi penentu peringkat dunia bagi atlet speed secara keseluruhan tahun ini. “Desak kemarin enggak ikut dua series karena fokus ke Asian Games, Guiyang dan Chongqing, jadi poinnya turun. Sementara ini di peringkat tiga. Ini harus ikut biar naik peringkat lagi,” ungkap Fitriyani.
Selain Desak, dua atlet putra lainnya, Robby Al Hilmi Antasyafi yang saat ini berada di peringkat 3 dan Nursamsa Raharjati di peringkat 4, juga akan diberangkatkan untuk mengejar gelar juara dunia secara keseluruhan. “Robby dan Raharjati masih bisa naik lagi tergantung hasil Chile,” tambahnya.
Untuk persiapan jangka panjang, tim juga akan mempersiapkan diri menuju kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028 yang akan dimulai pada April 2027. “Persiapan ke depan kita akan persiapan ke kualifikasi Olimpiade di 2027. Ada empat turnamen qualifier, ada jatah per negara dan per benua,” jelas Fitriyani.
Fitriyani optimis peluang Indonesia tetap besar, mengingat catatan waktu para atlet masih sangat bersaing di tingkat dunia. Atlet-atlet seperti Rajiah Sallsabillah, Berthdigna Devi Surya Kusuma, Kadek Adi Asih, dan Veddriq Leonardo juga sedang dipersiapkan sebagai tulang punggung tim. “Kalau atletnya masih kita belum tahu (buat kualifikasi Olimpiade) karena akan ada Seleknas bulan ini untuk tim baru. Tapi untuk senior-senior ini kami anggap mereka berkesempatan dan sudah siap untuk kualifikasi Olimpiade,” tutupnya.