Logo
Berita Olahraga

Tragedi di Porprov Jateng: Atlet Selam Syabilla Rizkia Meninggal Dunia

Atlet selam Syabilla Rizkia Putri Raharja meninggal dunia saat mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII di Jawa Tengah. Menpora Erick Thohir meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselam...

C
Citra Erwana
27 October 2026 3 pembaca
Suasana doa bersama bagi atlet selam Syabilla Rizkia Putri Raharja yang meninggal dunia saat mengikuti Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Suasana doa bersama bagi atlet selam Syabilla Rizkia Putri Raharja yang meninggal dunia saat mengikuti Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Jakarta - Syabilla Rizkia Putri Raharja, seorang atlet selam, meninggal dunia saat berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam dan mengajak untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait keselamatan dalam penyelenggaraan pertandingan olahraga.

Syabilla, yang berusia 22 tahun dan merupakan mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), telah berhasil meraih dua medali emas untuk Kabupaten Jepara dalam Porprov XVII. Medali tersebut diperoleh dari nomor 100 meter bifins putri dan 200 meter bifins putri. Ia meninggal setelah mengalami insiden saat berlaga di nomor open water finswimming sejauh 3.000 meter di perairan Awann Costa, Semarang, pada hari Minggu, 25 Oktober.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian Syabilla Rizkia Putri Raharja," ungkap Erick dalam keterangan tertulisnya.

Kesedihan dan Tanggung Jawab

Erick menambahkan, kepergian Syabilla merupakan kehilangan besar bagi dunia olahraga, terutama karena ia adalah seorang atlet muda berbakat dengan masa depan yang cerah. "Saya turut berduka bersama keluarga yang telah mendampingi dan mendukung perjuangannya selama ini. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan," lanjutnya.

Menpora juga menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak yang terlibat dalam olahraga nasional. Ia menegaskan pentingnya memastikan keselamatan dan perlindungan bagi atlet dalam setiap kompetisi. "Setiap atlet yang turun bertanding membawa mimpi, harapan keluarga, dan kebanggaan daerahnya. Mereka telah berlatih keras untuk meraih prestasi. Karena itu, kita memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan mereka bertanding dalam lingkungan yang aman," tegasnya.

Pembentukan Tim Investigasi

Erick mengapresiasi langkah PB Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) yang telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki insiden tersebut. Ia berharap tim ini dapat bekerja secara objektif dan transparan untuk mengungkap kronologi kejadian, terutama dari aspek teknis penyelenggaraan dan penerapan prosedur keselamatan.

"Yang terpenting, hasil investigasi harus ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan yang konkret agar kejadian serupa tidak terulang," tambahnya. Menpora juga mendukung upaya kepolisian yang sedang menyelidiki kasus ini dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap rangkaian kejadian yang menimpa Syabilla.

Erick menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan dalam pertandingan olahraga. Ia mengingatkan semua pemangku kepentingan, mulai dari federasi cabang olahraga hingga penyelenggara, untuk memastikan bahwa standar perlindungan atlet diterapkan dengan baik.

Evaluasi tersebut harus mencakup kesiapan tenaga medis, prosedur pengawasan selama pertandingan, dan respons cepat ketika atlet menunjukkan tanda-tanda kesulitan. "Keselamatan atlet tidak boleh bergantung hanya pada keputusan atlet itu sendiri ketika sedang berada dalam tekanan pertandingan," tandas Erick.

Erick juga menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan kompetisi tidak hanya diukur dari prestasi, tetapi juga dari kemampuan semua pihak dalam memberikan perlindungan kepada atlet. "Kini menjadi tanggung jawab kita untuk memastikan kepergian Syabilla tidak berlalu tanpa pembelajaran dan perbaikan," pungkasnya.

Artikel Terkait