Kepergian Braxton Key dari Valencia Basket menandai hilangnya salah satu pemain paling berpengaruh musim ini. Pemain asal Amerika Serikat ini bergabung dengan Valencia pada akhir Oktober, di tengah musim yang sudah berjalan, setelah menyelesaikan studinya di Amerika. Meskipun waktu adaptasinya singkat, ia segera menunjukkan kemampuannya dalam bermain basket Eropa. Energi, kekuatan fisik, dan dampak defensifnya menjadikannya sosok yang sangat berharga dalam rotasi tim.
Meskipun statistiknya, yang mencakup 6,7 poin, 3,6 rebound, dan 7,5 kredit PIR dalam 68 pertandingan, tidak sepenuhnya mencerminkan pengaruhnya, Key menjadi salah satu spesialis pertahanan terbaik dalam tim. Penampilannya sangat menonjol, terutama selama pertandingan perempat final Euroleague melawan Panathinaikos, dan ia kembali menjadi kunci di momen-momen krusial playoff Liga Endesa. Namun, sebelum penampilan gemilang tersebut, Key bukanlah prioritas untuk dipertahankan dalam proyek yang dipimpin oleh Pedro Martínez.
Valencia Basket tidak mengajukan tawaran perpanjangan kontrak untuknya, sehingga Key memilih untuk menerima tawaran dari Fenerbahce Beko, di mana ia akan melanjutkan kariernya di Euroleague.
Kisah Berbeda Isaac Nogues
Sementara itu, situasi Isaac Nogues sangat berbeda. Pemain shooting guard asal Catalan ini, yang perpisahannya diumumkan oleh Mundo Deportivo, meninggalkan klub meskipun masih memiliki kontrak hingga 2028. Keputusan ini diambil setelah kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kontrak lebih awal.
Selama musim ini, Nogués hampir tidak mendapatkan kesempatan bermain, meskipun ia sesekali menunjukkan kualitas yang membuatnya menonjol. Intensitas pertahanannya dan kemampuannya untuk mengubah ritme permainan dalam momen-momen tertentu berhasil menarik perhatian para penggemar di Roig Arena, yang selalu merayakan penampilannya di lapangan. Dengan peran yang terbatas dalam rotasi, prioritas Nogués kini adalah mencari klub baru di mana ia bisa mendapatkan kontinuitas dan melanjutkan pengembangan kariernya.