Lebih dari tiga minggu telah berlalu sejak Viktor Axelsen secara resmi meninggalkan karirnya sebagai pemain bulu tangkis profesional dan kini berfokus sebagai ayah keluarga. Setelah menempuh perjalanan panjang selama 16 tahun di dunia bulu tangkis, termasuk latihan intensif dan perjalanan ke berbagai negara, ia kini telah mengucapkan selamat tinggal pada olahraga yang dicintainya.
"Hal itu perlahan-lahan mulai terasa, tetapi disertai dengan perasaan kehilangan," ungkap Viktor Axelsen. Ia menambahkan bahwa meskipun mulai terbiasa dengan rutinitas barunya, ia belum sepenuhnya merasa nyaman. "Meskipun tentu saja menyenangkan memiliki waktu untuk banyak hal lain, sangat sulit juga untuk duduk di sini saat ada Piala Thomas di Denmark," ujarnya.
Kerinduan Terhadap Lapangan
Axelsen mengungkapkan rasa rindunya untuk kembali ke lapangan bulu tangkis. "Saya menikmati waktu di luar lapangan, tetapi saya sangat ingin berada di lapangan," katanya dalam wawancara dengan TV 2 Sport yang membahas Piala Dunia Beregu. Ia juga merasa bangga ketika Denmark meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia.
Pada tahun 2016, Axelsen berperan penting dalam sejarah bulu tangkis Denmark ketika timnya memenangkan Piala Thomas untuk pertama kalinya. Ia mengikuti dengan seksama pertandingan timnya di Horsens, di mana mereka berhasil meraih medali perunggu di kandang sendiri. "Tentu saja saya sangat senang karena semuanya berjalan dengan baik. Tapi sulit untuk menontonnya, karena agak menegangkan. Piala Thomas sangat berarti bagi karier saya," tambahnya, sebelum Denmark mengalami kekalahan dari China di semifinal dengan skor 0-3.
Kehidupan Baru dan Latihan Sehari-hari
Bagi Axelsen, yang dianggap sebagai salah satu pemain bulu tangkis terbaik Denmark sepanjang masa, setiap harinya telah dihabiskan untuk meningkatkan performanya di lapangan. Kini, di usia 32 tahun, ia memiliki lebih banyak waktu untuk dihabiskan bersama kedua anaknya, Vega dan Aya, dan ia menikmati momen tersebut. Meskipun demikian, ia tetap berusaha berlatih sesuai kemampuan fisiknya.
"Saya masih berlatih setiap hari, dan saya menyibukkan diri dengan apa yang bisa saya lakukan. Saat ini, keterbatasan saya adalah punggung. Dengan begitu, saya bisa menikmati waktu bersama Vega dan Aya, dan kami bisa melakukan hal-hal lain tanpa merasa tertekan untuk berlatih selama sekian jam sehari. Kita harus sedikit aktif," jelas Axelsen.
Keputusan Axelsen untuk pensiun diambil setelah ia mengalami cedera punggung serius yang menyebabkan nyeri saraf hebat di kaki kirinya, yang membuatnya tidak dapat menyelesaikan latihan bulu tangkis selama enam bulan.