Pelatih bulu tangkis Vimal Kumar menyampaikan kritik tajam terhadap Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) setelah keputusan untuk mengganti sistem penilaian 21 poin dengan format baru 3x15. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Tahunan BWF di Horsens, Denmark pada 25 April, di mana dua pertiga anggota mendukung perubahan tersebut. Sistem penilaian baru ini direncanakan akan mulai diterapkan pada 4 Januari 2027.
Vimal, yang merupakan mantan kepala pelatih nasional India, memperingatkan bahwa perubahan ini dapat menghilangkan esensi dari bulu tangkis dan tidak menyelesaikan masalah yang lebih mendasar. Ia menyatakan, “Sangat kecewa dengan keputusan BWF untuk mengubah sistem penilaian... dan yang lebih mengkhawatirkan adalah dukungan luar biasa yang diterima dari para anggota Dewan. Sungguh menyedihkan melihat olahraga yang diikuti dengan begitu antusias, terutama di seluruh Asia, diubah bentuknya karena alasan yang tidak mengatasi tantangan sebenarnya.”
Menurut Vimal, sistem penilaian 21 poin sangat penting untuk memastikan keadilan dalam berbagai gaya bermain, terutama dalam pertandingan tunggal, di mana aspek daya tahan, taktik, dan ketahanan mental sangat berpengaruh terhadap hasil. Ia menambahkan, “Format yang ada (21 poin) memastikan persaingan yang adil di semua gaya bermain, terutama di ajang utama -- Tunggal Putra dan Tunggal Putri -- yang selalu mewujudkan esensi dari olahraga kita: keterampilan, ketahanan, kebugaran, dan kekuatan mental.”
Keputusan BWF ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan komunitas bulu tangkis, dengan banyak yang merasa bahwa perubahan ini dapat merusak citra olahraga tersebut. Perkembangan lebih lanjut mengenai implementasi sistem penilaian baru ini akan terus dipantau oleh para penggemar dan pelaku olahraga.