Jakarta: Taufik Hidayat, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, mewakili Menpora Erick Thohir, memberikan apresiasi kepada perwakilan klub olahraga dan atlet yang berpartisipasi dalam Champions Stage by INA Sports pada acara Indonesia Sports Summit di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Minggu sore, 13 September.
Wamenpora menilai sesi penutup forum ISS ini sangat inspiratif karena memberikan kesempatan bagi klub olahraga dan atlet untuk berbagi pengalaman serta kisah di balik keberhasilan mereka meraih juara. “Kita tahu seorang juara tidak bisa hanya ditentukan oleh atletnya, tetapi di sini dibutuhkan manajemen yang baik, staf dan pelatih yang sangat baik juga,” ungkap Taufik Hidayat.
Perwakilan Klub dan Atlet yang Hadir
Dalam acara Champions Stage, hadir sejumlah pimpinan klub dan atlet yang telah meraih prestasi. Di antara pimpinan klub tersebut terdapat Ossy Dermawan, Manajer Klub Bola Voli Jakarta Lavani, Leo Gautama, Presiden Klub Bola Basket Bogor Hornbills, Rudi Ariffianto, Wakil Chief de Mission Tim Bola Voli Pertamina Enduro (JPE), Adhitia Putra Herawan, Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, dan Candra Wahyudi, Direktur Operasional Persebaya Surabaya.
Atlet yang turut hadir meliputi Boy Arnez Arabi dari klub bola voli Jakarta Lavani, Daniel Wenas dari klub bola basket Bogor Hornbills, dan Tisya Amallya dari klub bola voli JPE. “Tadi juga disampaikan bagaimana sih seseorang bisa menjadi juara. Tadi saya juga sangat tertarik, dari mulai manajemennya, dari mulai pembiayaan ada semua diceritakan, yang setiap klub ternyata berbeda-beda,” jelas Wamenpora.
Harapan untuk Sesi Mendatang
Wamenpora juga menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan (LPUK)/INA Sports yang telah mengundang semua pimpinan klub dan atlet untuk hadir. Ia berharap sesi Champions Stage pada ISS tahun depan akan lebih baik lagi.
Sementara itu, Muhammad Gustri Oktaviandi, Direktur Utama LPUK/INA Sports, menjelaskan bahwa ISS merupakan acara yang bertujuan untuk mengembangkan industri olahraga, termasuk kompetisi olahraga. “Ini menjadi wadah, forum, momen di mana klub-klub yang memang telah meraih juara itu kami pertemukan dengan para fans secara eksklusif,” tuturnya.
Gustri menambahkan, melalui Champions Stage, para penggemar tidak hanya dapat melihat klub-klub kesayangan mereka dari layar kaca, tetapi juga memahami cerita di balik setiap klub serta diskusi mengenai perjalanan para atlet. “Sehingga fans juga lebih memahami dan menjiwai bagaimana perjalanan dari sebuah klub, mulai mereka bertarung dari awal musim, hingga akhirnya mencapai titik akhir dan menjadi juara,” jelasnya.
Champions Stage di ISS kali ini dimulai dengan tiga cabang olahraga, yaitu sepak bola, bola basket, dan bola voli, yang memiliki basis penggemar besar di Indonesia. Untuk penyelenggaraan mendatang, LPUK berkomitmen untuk melibatkan cabang olahraga dan klub lainnya, seperti bulu tangkis dan tenis lapangan. “Sehingga ini menjadi forum yang kolaboratif antara klub, regulator, dan para fans,” tegas Gustri.