Jakarta: Taufik Hidayat, yang menjabat sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, hadir dalam pembukaan Grand Final Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI yang berlangsung di Gedung Nusantara IV DPR RI pada hari Minggu, 23 Agustus. Acara ini diikuti oleh pelajar perwakilan dari berbagai SMA di seluruh provinsi, yang bertujuan untuk membentuk karakter para calon pemimpin di masa depan.
Pembukaan acara ditandai dengan pertunjukan alat musik angklung yang dimainkan secara serentak oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wamenpora Taufik Hidayat, serta sejumlah pejabat lainnya. Dalam sambutannya, Ahmad Muzani memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah melewati proses seleksi yang ketat dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi untuk mencapai tingkat nasional. Ia menekankan bahwa keberhasilan mencapai babak grand final merupakan bukti dari komitmen dan usaha keras para pelajar.
“Kemenangan dalam perlombaan ini bukan sekadar membawa pulang piala atau sertifikat. Kemenangan sejati adalah ketika para peserta mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan, toleransi, kebersamaan, dan spirit gotong royong di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Pentingnya Pendidikan dan Diskusi
Muzani juga menjelaskan bahwa lomba cerdas cermat ini dirancang tidak hanya untuk menentukan pemenang, tetapi juga untuk melahirkan kader bangsa yang memahami konstitusi dan dasar negara. Ia mendorong para peserta untuk terus berlatih, membaca, belajar, bertanya, dan berdiskusi. “Meskipun cerdas cermat empat pilar ini akan selesai pada waktunya, tetapi keharusan untuk terus membaca, terus belajar, terus bertanya, dan terus berdiskusi adalah keharusan saudara sebagai pelajar, sebagai calon pemimpin bangsa,” jelasnya.
Menjaga Persaudaraan dan Kebersamaan
Lebih lanjut, Muzani menegaskan pentingnya menjaga semangat persaudaraan di antara para peserta. Ia menyarankan agar mereka membentuk grup komunikasi untuk mempererat silaturahmi sebagai satu keluarga besar. “Kita punya kewajiban menjaga negara, menjaga kebersamaan, menjaga persatuan, menjaga kegotongroyongan di sekolah kita, di keluarga kita, di kampung kita. Kalau itu saudara sudah bisa lakukan, maka syarat saudara untuk menjadi pemimpin sudah mulai tumbuh,” sebutnya.
Muzani meyakini bahwa dari ajang ini akan muncul pemimpin-pemimpin masa depan, baik di tingkat daerah maupun nasional. “Yang kami harapkan, saudara nanti akan menjadi pemimpin di daerahnya, pemimpin di tingkatnya, bahkan mungkin di antara saudara akan ada yang menjadi pemimpin di tingkat nasional,” pungkasnya.