LIVE
AGAMA Updated 5:38 AM Wednesday, March 11, 2026

Agnostik di Indonesia: Siapa Mereka Sih?

J
By John Doe January 9, 2026

Apa itu Agnostik?

Bestie, kamu pernah dengar tentang agnostik? Jika belum, jangan khawatir, kita akan bahas tentang mereka. Agnostik adalah orang yang tidak percaya pada Tuhan atau dewa, tapi juga tidak tidak percaya. Mereka seperti netral, tidak memihak pada satu keyakinan tertentu. Parah sih, mereka seperti orang yang tidak bisa memilih antara Team Iron Man atau Team Captain America!

Agnostik bukanlah ateis, yang tidak percaya pada Tuhan sama sekali. Mereka juga bukanlah teis, yang percaya pada Tuhan. Mereka seperti, "Eh, saya tidak tahu, mungkin ada, mungkin tidak." Goks, kan?

Agnostik di Indonesia

Di Indonesia, agnostik tidak terlalu banyak. Kita tahu, Indonesia adalah negara dengan mayoritas Muslim, kemudian Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Tapi, ada beberapa orang yang tidak memilih untuk memeluk agama tertentu. Mereka mungkin merasa tidak nyaman dengan dogma agama, atau mungkin mereka hanya tidak tertarik dengan agama.

Menurut survei yang dilakukan oleh Pew Research Center pada 2019, sekitar 0,7% dari penduduk Indonesia mengidentifikasi diri sebagai agnostik atau tidak beragama. Angka ini relatif kecil dibandingkan dengan negara lain, seperti Amerika Serikat (22,8%) atau Australia (30,1%). Tapi, perlu diingat bahwa survei ini mungkin tidak akurat, karena beberapa orang mungkin tidak mau mengakui diri sebagai agnostik atau tidak beragama.

Alasan Menjadi Agnostik

Ada beberapa alasan mengapa orang menjadi agnostik. Berikut beberapa alasan yang umum:

  • Tidak percaya pada dogma agama
  • Tidak tertarik dengan agama
  • Merasa tidak nyaman dengan ritual agama
  • Tidak ingin diidentifikasi dengan satu agama tertentu
  • Merasa bahwa agama tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari

Alasan-alasan ini mungkin berbeda-beda bagi setiap orang. Tapi, yang jelas, agnostik memiliki hak untuk memilih apa yang mereka percayai atau tidak percayai.

Bagaimana Agnostik di Indonesia?

Agnostik di Indonesia mungkin mengalami beberapa kesulitan. Misalnya, mereka mungkin dianggap "aneh" oleh masyarakat, atau mungkin mereka tidak dapat memperoleh hak-hak yang sama dengan orang beragama. Tapi, ada beberapa organisasi yang mendukung agnostik dan tidak beragama, seperti Indonesian Atheists dan Indonesian Humanist Association.

Organisasi-organisasi ini bertujuan untuk mempromosikan kesadaran dan toleransi terhadap agnostik dan tidak beragama. Mereka juga menyediakan ruang bagi agnostik untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman.

SHARE THIS ARTICLE

Related Stories