Logo
Raket

Aaron Chia Optimis Pemain Muda Bisa Berikan Kejutan di Asian Games 2026

Aaron Chia percaya bahwa tim bulu tangkis putra Malaysia dapat memberikan kejutan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, meskipun menghadapi lawan-lawan tangguh.

E
Elvira Adhitama
17 September 2026 36 pembaca
Justin Hoh-Alwi Farhan/[Foto:PBSI]
Justin Hoh-Alwi Farhan/[Foto:PBSI]

Pemain ganda andalan Malaysia, Aaron Chia, menyatakan keyakinannya bahwa nomor beregu bulu tangkis putra di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 bisa menjadi kesempatan bagi para pemain muda untuk mengejutkan lawan-lawan mereka. Tim nasional putra akan menghadapi tantangan berat melawan negara-negara kuat seperti China, Indonesia, Jepang, dan Korea Selatan, yang memiliki kedalaman skuad yang lebih baik dan susunan pemain yang lebih seimbang.

Pemain Muda Siap Tampil

Aaron Chia menegaskan bahwa Malaysia tidak boleh dianggap remeh, terutama dengan keberadaan beberapa pemain muda berbakat di nomor tunggal yang dapat memanfaatkan kesempatan di Asian Games untuk menunjukkan kemampuan mereka melawan lawan-lawan yang memiliki peringkat lebih tinggi. Dalam susunan pemain tunggal, terdapat Leong Jun Hao yang berada di peringkat dunia No. 33, Justin Hoh (No. 48), Eogene Ewe (No. 81), dan Kong Wei Xiang, pemain junior berusia 18 tahun yang berada di peringkat No. 239.

Untuk nomor ganda, pasangan peringkat 6 dunia, Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin Rumsani, akan memimpin tim, sementara Aaron akan berpasangan dengan Tee Kai Wun sebagai pengganti Soh Wooi Yik yang tidak dapat hadir. Pemain ganda campuran, Chen Tang Jie dan Goh Sooh Huat, akan menjadi pasangan cadangan.

Kesempatan untuk Mengguncang

"Di atas kertas, tim kami mungkin tidak terlihat sekuat tim dari beberapa negara lain. Mereka memiliki tim yang lebih seimbang di semua lini," ungkap Aaron Chia. "Tapi kami punya dua atau tiga pemain muda di nomor tunggal. Dalam ajang beregu, apa pun bisa terjadi. Terkadang pemain muda bisa memberikan kejutan melawan pemain unggulan dari negara lain," tambahnya.

Dia juga menekankan bahwa ajang tim ini menawarkan daya tarik tersendiri. "Jika pemain muda kita mampu tampil maksimal dan memberikan yang terbaik saat dibutuhkan, kita bisa menyulitkan tim-tim besar." Malaysia sendiri belum pernah meraih medali emas di nomor tim putra sejak cabang olahraga ini diperkenalkan pada tahun 1962, dengan prestasi terbaik berupa medali perak yang diraih pada tahun 1966 di Bangkok dan tahun 1990 di Beijing.

Tim yang meraih medali perak di Beijing kemudian berhasil merebut Piala Thomas di Kuala Lumpur pada tahun 1992. Meskipun tim nasional mungkin tidak memiliki kedalaman skuad seperti beberapa rival tradisional, Asian Games memberikan kesempatan berharga bagi generasi penerus Malaysia untuk bersinar di panggung internasional. Bagi para pemain muda, ajang beregu ini lebih dari sekadar ujian melawan nama-nama besar; ini adalah kesempatan untuk mendapatkan pengalaman dan mungkin meraih hasil yang tidak terduga yang dapat mengubah arah kampanye mereka.

Artikel Terkait