Logo
Berita Olahraga

Abhiram S. Yadav Terpilih Masuk Komite Eksekutif ICC

Ketua Umum Persatuan Cricket Indonesia, Abhiram S. Yadav, berhasil terpilih sebagai anggota Komite Eksekutif International Cricket Council (ICC) dan akan mewakili 94 anggota Associate ICC.

A
Atha Aziz
25 September 2026 23 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Ketua Umum Persatuan Cricket Indonesia (PCI), Abhiram S. Yadav, terpilih sebagai salah satu dari tiga perwakilan negara-negara Associate dalam Chief Executives? Committee (CEC) International Cricket Council (ICC).(Dok. PCI)
Ketua Umum Persatuan Cricket Indonesia (PCI), Abhiram S. Yadav, terpilih sebagai salah satu dari tiga perwakilan negara-negara Associate dalam Chief Executives? Committee (CEC) International Cricket Council (ICC).(Dok. PCI)

Abhiram S. Yadav, yang menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Cricket Indonesia (PCI), baru saja terpilih sebagai salah satu anggota Komite Eksekutif dari organisasi kriket internasional, ICC. Dalam pemilihan tersebut, Abhiram berhasil meraih 71 persen suara, menjadikannya salah satu dari tiga perwakilan negara asosiasi dalam Chief Executives’ Committee (CEC) ICC.

Dengan terpilihnya Abhiram, ia akan membawa perspektif dari 94 anggota Associate ICC ke dalam forum penting yang membahas tata kelola kriket global. Bersama dengan dua perwakilan Associate lainnya, ia akan bekerja lebih dekat dengan Ketua ICC, Jay Shah. Abhiram menjelaskan bahwa perannya ini akan memberikan suara bagi negara dan wilayah yang terlibat dalam kriket di luar 12 negara anggota penuh.

Komitmen untuk Maju Bersama

“Mr. Jay Shah adalah sosok yang sangat saya hormati, dan saya telah melihat sejak kepemimpinan beliau di Asia bagaimana beliau memiliki energi, keberanian, dan ambisi besar untuk membawa cricket melampaui batas-batas tradisionalnya,” ungkap Abhiram dalam pernyataan tertulisnya. Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendukung program-program besar yang dipimpin oleh Jay Shah, dengan keyakinan bahwa visi tersebut akan membuat kriket semakin global, modern, dan inklusif.

Abhiram menekankan bahwa negara-negara Associate tidak hanya harus menjadi penerima manfaat dari pertumbuhan kriket dunia, tetapi juga harus aktif berperan dalam membangunnya. Ia melihat perolehan suara yang signifikan ini sebagai amanah dari komunitas kriket yang memiliki beragam tantangan dan kondisi.

Mendengarkan dan Melayani

Abhiram berencana untuk aktif berkomunikasi dengan anggota Associate guna memahami kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi. “Pendekatan saya sederhana, dengarkan sebelum rapat, wakili ketika berada di dalam rapat, tindak lanjuti setelah rapat, dan tetap tersedia di antara rapat-rapat tersebut,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa pemilihan ini bukan hanya tentang suara, tetapi juga tentang membangun kembali komunitas yang solid.

Perkembangan kriket di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menjadi latar belakang penting bagi Abhiram. Ia mencatat bahwa Indonesia telah memperluas hubungan internasional, memperkuat cricket putri, serta meningkatkan kesempatan bertanding. Tim nasional putri Indonesia bahkan akan tampil di Women’s Asia Cup pada tahun 2026, menandai pencapaian yang signifikan.

Abhiram juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada dua kandidat lainnya, Sarah Gomersall dan Vignaesh Sankaran, dan berencana untuk terus berkomunikasi serta berkolaborasi dengan mereka dalam menjalankan tugasnya.

“Indonesia dapat belajar dari dunia, dan dunia juga dapat belajar dari perjalanan Indonesia. Saya akan terus bekerja untuk membawa cricket Indonesia semakin maju, sekaligus memberikan kontribusi terbaik agar semakin banyak negara mendapatkan kesempatan untuk tumbuh,” tutup Abhiram.

Artikel Terkait