Abraham Damar Grahita, pemain guard dari Satria Muda Pertamina Bandung, menyoroti kemampuan Bogor Hornbills dalam memanfaatkan setiap kesempatan yang ada, serta menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran untuk perbaikan di masa mendatang. Hornbills berhasil melaju ke final liga setelah mengalahkan Satria Muda di babak semifinal dengan sistem Best Of 5, setelah meraih kemenangan pada Game 4 dengan skor 82-79 yang berlangsung di GOR Laga Tangkas.
Dari segi statistik, Satria Muda unggul dalam poin fast break dengan total 20 berbanding 3. Akurasi free throw yang mencapai 80 persen sempat membantu tim menjauhkan selisih skor. Tim ini juga mencatatkan akurasi field goals sebesar 41 persen (28/67), termasuk 48 persen untuk tembakan dua poin dan 35 persen untuk tembakan tiga poin. Kontribusi dari bench point yang mencetak 22 poin dan 21 assist menjadi catatan positif meski tidak cukup untuk meraih kemenangan.
Pujian untuk Hornbills
“Ini memang bukan situasi yang mudah, tetapi kredit untuk Bogor Hornbills yang mampu menyesuaikan diri dengan baik dan memaksimalkan setiap peluang yang mereka miliki. Mereka tampil efektif sepanjang game, dan bagi kami ini menjadi pelajaran berharga untuk ke depannya agar bisa lebih siap dan lebih kuat dalam menghadapi tantangan berikutnya,” ungkap Bram.
Pada pertandingan terakhir di musim ini, Satria Muda dipimpin oleh Abraham Damar Grahita yang mencetak 22 poin, diikuti oleh Giorgi Bezhanishvili dengan 15 poin, Jalen Jones 14 poin, Yudha Saputera 13 poin, dan Niven Glover 12 poin. Satria Muda akan tercatat dalam sejarah liga sebagai tim pertama yang tersingkir dari seri Best Of 5 yang baru pertama kali diterapkan dalam Playoff IBL.