Logo
Olahraga Lain

Adrien Broner Kenang Kekuatan Pukulan Marcos Maidana

Mantan juara dunia tinju empat divisi, Adrien Broner, mengungkapkan bahwa Marcos Maidana adalah petinju dengan pukulan terkuat yang pernah ia hadapi dalam kariernya.

B
Bayu Biru
16 June 2026 3 pembaca
Adrien Broner
Adrien Broner

Mantan juara dunia tinju empat divisi, Adrien Broner, mengakui bahwa Marcos Maidana adalah petinju dengan daya pukul paling kuat yang pernah ia temui selama berkarier di dunia tinju profesional. Broner, yang dikenal sebagai salah satu talenta terbaik tinju Amerika di awal 2010-an, berhasil meraih gelar juara dunia di tiga kelas berbeda pada usia 23 tahun dan menambah koleksi gelarnya menjadi empat divisi saat berusia 26 tahun, hanya di belakang Oscar De La Hoya yang mencapai prestasi serupa lebih awal.

Karier Broner sempat bersinar dengan catatan tak terkalahkan 27 kemenangan. Namun, berbagai masalah disiplin serta inkonsistensi baik di dalam maupun luar ring menyebabkan penurunan performanya. Saat ini, catatan profesionalnya mencatat 35 kemenangan dari total 42 pertarungan yang dilakoni.

Kekalahan Pertama yang Mengguncang

Kekalahan pertama Broner terjadi pada bulan Desember 2013 ketika ia bertanding melawan Marcos Maidana untuk memperebutkan gelar WBA kelas welter. Meskipun diunggulkan sebelum pertandingan, Broner mengalami malam yang sulit, terjatuh dua kali, dan akhirnya kalah dengan angka mutlak.

Lebih dari sepuluh tahun setelah pertarungan tersebut, Broner masih mengingat dengan jelas kekuatan pukulan petinju asal Argentina itu. Dalam sebuah siaran langsung di media sosial, Broner menyatakan betapa dahsyatnya pukulan Maidana yang mengenai tubuhnya. "Dia memukul saya sangat keras sampai seluruh tubuh saya terasa mati rasa," ungkap Broner.

Reputasi Maidana sebagai Petinju Berbahaya

Pernyataan Broner semakin menegaskan reputasi Maidana sebagai salah satu petinju dengan daya pukul paling mematikan pada masanya. Sepanjang karier profesionalnya, Maidana mencatatkan 31 kemenangan knockout dari total 35 kemenangan yang diraihnya. Kemenangan atas Broner menjadi momen penting dalam karier Maidana, yang membawanya mendapatkan dua kesempatan untuk menghadapi legenda tinju Floyd Mayweather Jr pada tahun 2014.

Pada pertemuan pertama, Maidana memberikan perlawanan yang sengit sebelum kalah melalui keputusan mayoritas. Di pertarungan kedua, Mayweather menang lebih meyakinkan dengan keputusan mutlak. Setelah duel kedua melawan Mayweather, Maidana memutuskan untuk pensiun dari dunia tinju dengan rekor 35 kemenangan dan lima kekalahan.

Meskipun telah berhadapan dengan banyak petinju kelas dunia, Adrien Broner masih menempatkan Maidana sebagai lawan dengan pukulan paling menghancurkan yang pernah ia rasakan. Pengakuan ini menunjukkan betapa berbahayanya kekuatan petinju yang dijuluki El Chino tersebut pada masa kejayaannya.

Artikel Terkait