Logo
Berita Olahraga

Agung Prio Dominasi Kelas Men Elite di Ultimate Downhill 2026

Agung Prio Apriliano berhasil meraih posisi teratas di klasemen sementara kelas Men Elite Ultimate Downhill 2026 setelah menjuarai seri kedua di Arjuno Bike Park, Pasuruan, pada 18 Oktober 2026.

A
Atha Aziz
19 October 2026 18 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Agung Prio Apriliano menjadi yang tercepat di kelas utama Men Elite putaran kedua Ultimate Downhill 2026, di Arjuno Bike Park, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026)(Dok. Ultimate Downhill 2026)
Agung Prio Apriliano menjadi yang tercepat di kelas utama Men Elite putaran kedua Ultimate Downhill 2026, di Arjuno Bike Park, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026)(Dok. Ultimate Downhill 2026)

KOMPAS.com - Agung Prio Apriliano, yang dikenal dengan julukan “Super Prilly”, kini memimpin klasemen sementara untuk kategori Men Elite dalam ajang Ultimate Downhill 2026. Kesuksesannya meraih juara di seri kedua yang berlangsung di Arjuno Bike Park, Pasuruan, Jawa Timur pada Minggu, 18 Oktober 2026, mengantarkannya ke posisi puncak dengan total 510 poin, setelah mengumpulkan 300 poin dari seri tersebut. Posisi ini menggeser Andy “John” Prayoga yang tidak dapat menyelesaikan balapan di lokasi yang sama.

Persaingan pada putaran kedua kejuaraan yang diikuti oleh 76 Rider ini sangat ketat, melibatkan 113 peserta yang bertanding di 10 kelas berbeda. Sejumlah atlet elite asal Jawa Timur juga berhasil meraih podium di lintasan Arjuno. Agung Prio menunjukkan performa terbaiknya di kelas Men Elite setelah berhasil menaklukkan lintasan berlisensi C2 dari Union Cycliste Internationale (UCI).

Performa Gemilang di Lintasan Menantang

Agung Prio melanjutkan penampilannya yang mengesankan setelah menjadi yang tercepat dalam sesi Seeding Run sehari sebelumnya. “Luar biasa! Putaran kedua 76 Ultimate Downhill ini benar-benar menantang dan kompetitif. Kejar-kejaran poin terjadi, terutama di kelas prestasi Men Elite maupun Women Elite," ungkap Agnes C. Wuisan, perwakilan dari 76 Rider yang menyelenggarakan acara ini.

Lintasan yang memiliki panjang hampir 1.600 meter dengan elevasi 233 meter di lereng Gunung Arjuno menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta, dengan permukaan yang keras, kering, dan berdebu. Kondisi ini menyulitkan para rider untuk menemukan jalur yang aman dan ideal, di mana kesalahan dalam membaca lintasan bisa berakibat kehilangan waktu atau bahkan terjatuh. Agung Prio berhasil mengatasi tantangan tersebut dengan mencatatkan waktu 2 menit 47,826 detik, sehingga meraih posisi pertama di kategori Men Elite. Yosi Saputra dari YTI Racing Team menempati posisi kedua dengan waktu 2 menit 51,753 detik, sementara Putra Ganda Arrozak dari Alaska Squad menyelesaikan podium dengan catatan waktu 2 menit 54,902 detik.

Pencapaian Bersejarah dan Harapan ke Depan

Keberhasilan ini menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi Agung Prio, yang sebelumnya telah dua kali meraih gelar juara nasional dan kini mencatatkan kemenangan pertamanya di kelas Men Elite pada rangkaian Ultimate Downhill setelah berpartisipasi dalam belasan seri. “Saya senang bisa tampil konsisten tahun ini dan keberhasilan menjadi juara di kelas Men Elite adalah yang pertama buat saya. Tambahan poin yang signifikan di Arjuno Bike Park juga membuat saya naik ke posisi pertama di klasemen sementara perebutan gelar juara. Semoga saya bisa mempertahankan performa terbaik di seri terakhir di Ternadi Bike Park, Kudus,” katanya dalam keterangan tertulis.

Agung Prio, yang kini menempati peringkat ke-65 dunia dalam UCI World Ranking, menilai bahwa karakter lintasan di Arjuno Bike Park pada kejuaraan kali ini sangat berbeda dari yang biasanya ia temui saat berlatih. “Sebagai atlet Indonesia, saya justru senang jika selalu ada tantangan dan kesulitan baru di setiap balapan downhill. Kondisi lintasan yang berubah-ubah di Arjuno Bike Park memang tidak mudah ditaklukkan karena sangat bergelombang dan banyak berlubang. Namun, sisi positifnya, setiap kesulitan baru dan lintasan berbeda berarti menambah pengalaman dan belajar untuk cepat beradaptasi. Hal itu bisa sangat berguna jika ingin terus meningkatkan prestasi dan bersaing di level internasional,” tuturnya.

Di kategori Women Elite, atlet Jawa Timur juga menunjukkan dominasi dengan Milatul Khaqimah dari Nukeproof Exess Team yang menjadi yang tercepat dalam Seeding Run dan Final Run pada seri kedua. Rider asal Lumajang ini mencatatkan waktu 3 menit 20,555 detik di Final Run, mengungguli Nilna Murni Ningtias dari Spartan Racing yang finis dalam 3 menit 23,474 detik. Ayu Triya Andriana dari Alaska Squad menempati posisi ketiga dengan waktu 3 menit 28,251 detik. “Saya sudah dua kali menjadi juara di 76 Ultimate Downhill 2026, saya akan tetap bekerja keras dan berusaha untuk kembali mengulanginya di seri ketiga. Saya tahu persaingan di kelas Women Elite sangat sulit, tetapi saya bertekad untuk meraih gelar juara umum tahun ini,” kata Milatul.

Kemenangan di dua seri pertama membuat Milatul semakin kokoh di puncak klasemen sementara Women Elite dengan total 400 poin. Ayu Triya Andriana berada di posisi kedua dengan 280 poin, sementara Nining Porwaningsih dan Nilna Murni Ningtias masing-masing mengumpulkan 220 poin untuk menempati urutan berikutnya. Rangkaian Ultimate Downhill 2026 akan berlanjut ke putaran final di Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah, pada 31 Oktober hingga 1 November, di mana para rider akan berjuang memperebutkan gelar juara umum musim ini.

Artikel Terkait