Logo
Olahraga Lain

Agung Prio Raih Juara di BIG Downhill 2026 Meski Menghadapi Masalah Ban

BIG Downhill 2026 di Banyuwangi menyajikan kompetisi seru dengan 214 peserta dari berbagai kelas, termasuk internasional. Agung Prio Apriliano berhasil menjadi juara di kelas Men Elite meskipun mengalami masalah teknis.

A
Atha Aziz
21 September 2026 36 pembaca
Foto: Dok. BIG Downhill 2026
Foto: Dok. BIG Downhill 2026

Ajang BIG Downhill 2026 yang berlangsung di Gantasan Bike Park, Desa Tamansari, Banyuwangi, pada Minggu (20/9/2026) menghadirkan persaingan ketat di antara 214 peserta dari 20 kelas. Acara ini juga diikuti oleh peserta dari luar negeri, termasuk dari Singapura dan Malaysia. Dalam kategori profesional, perlombaan mencakup Men Elite, Women Elite, Men Junior, Men Youth, Men Expert A dan B, serta Men Sport A dan B. Selain itu, terdapat kelas tambahan seperti Beyond A dan B, Men Pra Youth, Women Open, serta Master A hingga G, dan Men Expert C.

Lintasan Menantang dan Persaingan Ketat

Seluruh peserta harus menaklukkan lintasan downhill sepanjang 2.300 meter dengan elevasi lebih dari 350 meter yang dipenuhi berbagai rintangan menantang. Agung Prio Apriliano dari Astrindo Racing Team berhasil meraih kemenangan di kelas utama Men Elite setelah mencatatkan waktu tercepat pada Final Run. Di kelas Women Elite, Nilna Murni Ningtyas dari Spartan Racing Team menjadi juara, sementara Dimas Aradhana, seorang privateer, meraih kemenangan di kelas Men Junior.

H. Munif, inisiator BIG Downhill, menyatakan, “Penyelenggaraan BIG Downhill 2026 diikuti 214 peserta dari 20 kelas, namun, dari sisi persaingannya tahun ini jauh lebih ketat daripada tahun-tahun sebelumnya, khususnya di kelas prestasi Men Junior, Women Elite, dan Men Elite.” Ia juga menambahkan bahwa tingkat kesulitan di Gantasan Bike Park tahun ini dibuat semakin ekstrem dengan adanya rintangan alami dan buatan seperti rock garden dan big drop.

Pengalaman Berharga dan Harapan untuk Masa Depan

Dengan peningkatan tingkat kesulitan, diharapkan dapat mendorong kemampuan para peserta dan memberikan pengalaman kompetisi yang lebih menantang. “Sehingga dengan peningkatan ini tentunya akan makin menambah kemampuan dari para peserta. Terima kasih setinggi-tingginya kepada semua rider yang terlibat,” tambah Munif.

Agnes C. Wuisan, perwakilan dari 76Rider, mengungkapkan bahwa BIG Downhill memiliki daya tarik yang besar dan menarik minat yang tinggi, tidak hanya bagi pegiat downhill tetapi juga bagi penggemar olahraga ekstrem yang lebih luas. Ia menekankan pentingnya event ini dalam perkembangan ekosistem dan prestasi downhill nasional, mengingat statusnya sebagai event bersertifikasi internasional Class 1 (C1) dari Union Cycliste Internationale (UCI).

Lintasan di Gantasan Bike Park menyajikan beragam rintangan seperti drop, big drop, rock garden, berm, dan table top, yang harus dilalui peserta dalam kondisi lintasan yang keras dan licin. Agung Prio Apriliano berhasil menjadi yang tercepat di Final Run Men Elite dengan waktu 3 menit 18,249 detik setelah mampu melewati berbagai rintangan dengan baik. Pahraz Salman Alparisi dari Underdog PSA menempati posisi kedua dengan waktu 3 menit 20,414 detik, diikuti oleh Yosi Saputro dari YETI Tribe yang berada di urutan ketiga dengan waktu 3 menit 22,120 detik.

“Saya bersyukur karena bisa menjadi juara di BIG Downhill 2026. Padahal, kemarin di sesi seeding run saya sempat mengalami mechanical trouble yaitu pecah ban depan di rock garden,” ungkap Agung. “Tidak bisa maksimal saat seeding run tentu memengaruhi mental dan ada tekanan lebih besar. Tapi, kunci kemenangan saya adalah berusaha untuk tetap percaya diri dan lebih antisipatif menambah tekanan angin agar tidak pecah ban lagi.”

Di kelas Women Elite, Nilna Murni Ningtyas menjadi yang tercepat dengan waktu 3 menit 48,214 detik, diikuti oleh Milatul Khaqimah dari Nukeproof Axxes Racing Team yang finis kedua dengan waktu 3 menit 49,567 detik. Ayu Triya Andriana dari Alaska Squad menempati posisi ketiga dengan catatan waktu 3 menit 53,159 detik. “Tadi saya sempat gugup saat final run karena saya start terakhir dan rider-rider lain juga kencang. Tapi, saya sanggup mengendalikan emosi dan fokus dengan strategi sendiri,” jelas Nilna.

Di kelas Men Junior, Dimas Aradhana keluar sebagai juara dengan waktu 3 menit 21,557 detik setelah bersaing ketat dengan Nazwa Agazani yang hanya terpaut 0,03 detik. Nazwa yang membela 76Rider DH Squad harus puas di posisi kedua dengan catatan waktu 3 menit 21,890 detik, sementara Ahmad Nasywa Ridhodin dari Sego Anget Racing Team menempati posisi ketiga dengan waktu 3 menit 23,396 detik.

Hasil 5 besar final run kelas Men Elite:

1. Agung Prio Apriliano - Astrindo Racing Team - 3 menit 18,249 detik

2. Pahraz Salman Alparisi - Underdog PSA - 3 menit 20,414 detik

3. Yosi Saputro - Yeti Tribe Indonesia Racing Team - 3 menit 22,120 detik

4. Pandu Satrio Perkasa - Sego Anget Racing Team - 3 menit 25,590 detik

5. Mohammad Abdul Hakim - 76Rider Downhill Squad - 3 menit 27,653 detik


Hasil 5 besar final run kelas Women Elite:

1. Nilna Murni Ningtyas - Spartan Racing Team - 3 menit 48,214 detik

2. Milatul Khaqimah - Nukeproof Axxes Racing Team - 3 menit 49,567 detik

3. Ayu Triya Andriana - Alaska Squad - 3 menit 53,159 detik

4. Tsuraya Azwa Pambudi - Yeti Tribe Indonesia Racing Team - 3 menit 56,382 detik

5. Nining Porwaningsih - Anindya Racing Team - 3 menit 57,495 detik


Sumber: kompas.com

Artikel Terkait