Ai Ogura kembali menjadi sorotan setelah sukses meraih kemenangan pertamanya di MotoGP Belanda 2026. Penampilannya yang mengesankan membuat mantan pebalap dan pengamat MotoGP, Neil Hodgson, berpendapat bahwa pembalap asal Jepang tersebut telah melampaui Marc Marquez dalam aspek pengereman yang selama ini menjadi ciri khas juara dunia tersebut.
Performa Ai Ogura di MotoGP Belanda 2026 terus mendapatkan pujian. Hodgson menyebut bahwa pembalap dari Trackhouse Racing ini layak mendapatkan gelar baru sebagai "raja rem belakang", sebuah julukan yang selama bertahun-tahun identik dengan Marc Marquez. Marquez dikenal sebagai salah satu pebalap dengan teknik pengereman yang sangat luar biasa di MotoGP, di mana ia mampu memaksimalkan penggunaan rem belakang sehingga dapat mengerem dengan sangat terlambat tanpa kehilangan kendali saat memasuki tikungan. Teknik ini bahkan dianggap sulit untuk ditiru, termasuk oleh para insinyur yang telah berusaha memahami cara kerja pengereman pebalap Ducati tersebut.
Kemampuan Pengereman yang Mengagumkan
Namun, menurut Hodgson, Ogura kini menunjukkan kemampuan yang tidak kalah mengesankan. Hal ini terlihat jelas saat ia meraih kemenangan perdana di kelas utama pada MotoGP Belanda, sekaligus membantu Trackhouse Racing mencatat sejarah dengan finis satu-dua bersama Raul Fernandez. "Dia adalah raja rem belakang. Memang sebagian besar pebalap MotoGP banyak menggunakan rem belakang, tetapi Ai benar-benar melakukannya seperti Marc Marquez," ungkap Hodgson dalam podcast Gas It Out.
Hodgson menjelaskan lebih lanjut, "Marc menggunakan rem belakang untuk membantu menarik motor kembali ke jalur dan mengurangi beban di ban depan. Apa pun yang dilakukan Ai, dia telah menemukan titik yang tepat. Pebalap lain harus waspada karena dia adalah penantang gelar." Selain itu, Hodgson juga memuji karakter Ogura yang dinilai tenang di luar lintasan, tetapi berubah menjadi agresif saat balapan dimulai. "Dia pebalap yang sangat mengandalkan insting. Di luar lintasan dia terlihat pendiam dan rendah hati, tetapi begitu visor ditutup, dia langsung menyerang. Dia sudah seperti itu sejak tampil di kelas-kelas junior."
Peluang Menjadi Pesaing Gelar Juara
Konsistensi menjadi modal utama bagi Ogura di musim ini. Hingga seri Belanda, ia belum pernah finis di luar delapan besar dalam balapan utama. Berkat hasil tersebut, pembalap berusia 25 tahun ini kini hanya terpaut 25 poin dari pemuncak klasemen Jorge Martin, yang setara dengan satu kemenangan Grand Prix.
Hodgson juga membandingkan gaya balap Ogura dengan Francesco Bagnaia, di mana keduanya memiliki karakter yang berbeda saat berada di belakang pebalap lain. Ia menjelaskan bahwa Ogura mampu tetap kompetitif meskipun mengalami peningkatan tekanan pada ban depan akibat efek udara kotor dari motor di depannya. Kondisi yang sering menjadi kelemahan Bagnaia justru dapat dimanfaatkan Ogura untuk terus menyerang hingga akhir balapan.
Jika Ogura dapat mempertahankan konsistensinya, ia berpotensi menjadi salah satu pesaing terkuat dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 dan melanjutkan statusnya sebagai salah satu bintang baru yang bersinar di kelas utama.