Logo
Moto GP

Ai Ogura Mengakui Kesalahan Saat Tabrak Pedro Acosta di MotoGP Catalunya

Pembalap Ai Ogura menyatakan kesalahannya dalam insiden tabrakan dengan Pedro Acosta pada MotoGP Catalunya, mengakui bahwa ambisinya terlalu tinggi.

A
Anggun Ratnasari
19 May 2026 15 pembaca
Ai Ogura Mengakui Kesalahan Saat Tabrak Pedro Acosta di MotoGP Catalunya
Ai Ogura minta maaf usai tabrak Pedro Acosta. (Gambar: Racesport)

Pembalap Ai Ogura dari tim Trackhouse Racing mengungkapkan penyesalannya terkait insiden yang melibatkan dirinya dengan Pedro Acosta dalam ajang MotoGP Catalunya yang berlangsung baru-baru ini. Ia mengakui bahwa kesalahannya berasal dari keinginan yang berlebihan untuk meraih podium.

Dalam balapan tersebut, Ogura menunjukkan ambisi yang besar untuk bersaing di posisi teratas. Namun, hal ini justru membuatnya kurang berhati-hati, yang berujung pada tabrakan dengan Acosta. Akibat dari insiden tersebut, ia menerima hukuman penalti karena dianggap bersalah. Setelah perlombaan, Ogura menyatakan bahwa manuver berbahaya yang dilakukannya seharusnya tidak terjadi.

"Hari Minggu yang aneh, dengan tiga kali start. Kami memiliki kecepatan yang bagus dan menjelang akhir kami mampu mengejar beberapa pembalap di depan. Tapi di lap terakhir, tikungan terakhir, itu adalah kesalahan bodoh saya. Seharusnya saya tidak melakukan gerakan itu. Pada akhirnya, saya menyingkirkan satu pembalap dan menempatkan diri saya di posisi kesembilan. Jadi itu sama sekali tidak bagus," ungkap Ogura dalam wawancaranya dengan media setempat.

Insiden Lain di Balapan yang Sama

Ogura bukanlah satu-satunya pembalap dari Trackhouse yang terlibat dalam insiden selama balapan yang penuh drama itu. Rekan setimnya, Raul Fernandez, juga mengalami bentrokan saat bersenggolan dengan Jorge Martin dari tim Aprilia pada lap pertama. Beruntung, Fernandez tidak mendapatkan hukuman apapun dari insiden tersebut.

Komitmen untuk Lebih Hati-hati

Melihat kejadian ini, Ogura bertekad untuk lebih berhati-hati di masa mendatang, terutama ketika berusaha meraih posisi tiga besar dalam balapan utama. Ia menyadari bahwa jika terus memaksakan diri, hal tersebut dapat berakibat fatal bagi kariernya.

Artikel Terkait