Logo
Sepakbola

Al Taawoun Dikenakan Sanksi Setelah Fans Hina Neves dengan Chant Jota

Federasi Sepakbola Arab Saudi memberikan sanksi kepada Al Taawoun akibat tindakan tidak pantas dari para pendukungnya yang menghina Ruben Neves. Insiden ini terjadi saat pertandingan melawan Al Hilal...

D
Dharma Kusuma
18 September 2026 26 pembaca
Ruben Neves bersama almarhum Diogo Jota saat membela Timnas Portugal. (Foto: Dok. Instagram/@rubendsneves)
Ruben Neves bersama almarhum Diogo Jota saat membela Timnas Portugal. (Foto: Dok. Instagram/@rubendsneves)

Riyadh - Al Taawoun menerima sanksi dari Federasi Sepakbola Arab Saudi setelah para penggemarnya menghina Ruben Neves dengan chant yang merujuk pada Diogo Jota. Insiden ini terjadi saat Neves bermain untuk Al Hilal dalam pertandingan di Liga Pro Saudi pada akhir pekan lalu, di mana penonton meneriakkan chant 'Jota, Jota' ke arahnya.

Chant tersebut mengacu pada Diogo Jota, sahabat Neves yang meninggal dunia dalam kecelakaan mobil pada tahun 2025. Menanggapi perlakuan tersebut, Neves menunjukkan jari ke langit, mengingatkan para penonton bahwa 'Tuhan Maha Melihat'.

Reaksi Terhadap Insiden

Video yang menunjukkan para fans Al Taawoun menghina Neves dengan chant Jota menjadi viral di media sosial. Cristiano Ronaldo, kapten Al Nassr, mengecam tindakan tersebut dan meminta agar Liga Pro Saudi memberikan sanksi kepada para pelaku. "Orang-orang yang berperilaku seperti ini seharusnya tidak lagi diizinkan masuk ke stadion," tulis Ronaldo dalam komentar di Instagram.

Setelah kejadian itu, Al Hilal mengajukan pengaduan resmi kepada Federasi Sepakbola Arab Saudi (SAFF). Al Taawoun sendiri menegaskan penolakan terhadap chant yang dianggap kontroversial tersebut dan menyatakan bahwa tindakan para fans tidak mencerminkan sikap klub.

Sanksi yang Dikenakan

Komite Disiplin dan Etika SAFF mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan denda sebesar 100 ribu riyal (sekitar Rp477 juta) kepada Al Taawoun. Selain denda, klub juga dikenakan larangan menghadirkan penonton dalam dua pertandingan kandang berturut-turut. Keputusan dari Komite Disiplin dan Etika SAFF bersifat final dan tidak dapat digugat.

Insiden ini menjadi sorotan, terutama setelah Al Hilal berhasil mengalahkan Al Taawoun dengan skor 6-0, di mana Gabriel Martinelli mencetak hattrick dalam pertandingan tersebut.

Artikel Terkait