Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengajak generasi muda untuk mencontoh mentalitas gigih yang ditunjukkan oleh Timnas sepakbola dan kontingen Indonesia. Meskipun sering kali tidak diunggulkan, mereka berhasil meraih hasil yang mengesankan. Pernyataan tersebut disampaikan Erick dalam dialog interaktif di acara Wirasena Youth Camp 2026 yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Erick, pemuda harus menghindari sikap pesimistis dalam memandang masa depan bangsa, yang sering kali hanya didasarkan pada keterbatasan atau tantangan sementara. Ia memberikan contoh tentang mentalitas pejuang yang ditunjukkan oleh para atlet nasional dalam berbagai kompetisi internasional.
Pentingnya Mentalitas Pejuang
Erick menekankan bahwa budaya kita tidak seharusnya menjadi budaya yang santai atau terlalu nyaman, yang dapat membuat kita menjadi terlalu mudah berpuas diri. Ia mencontohkan perjuangan tim nasional sepakbola dan kontingen olahraga Indonesia di kancah internasional. Meskipun sering kali tidak diunggulkan secara teori, mereka mampu menunjukkan hasil yang luar biasa berkat kerja keras, disiplin, dan mental yang tidak pernah menyerah hingga akhir pertandingan.
Nilai-nilai Ketangguhan dan Kolaborasi
Nilai-nilai ketangguhan dan pengorbanan tersebut, menurut Erick, perlu ditanamkan dalam diri setiap pemuda Indonesia, mengingat tantangan di bidang ketenagakerjaan dan dinamika global yang semakin meningkat menuntut daya saing yang tinggi. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi, keterbukaan, dan keinginan untuk terus belajar dari kegagalan sebagai kunci utama untuk mencapai kesuksesan di masa depan.
Erick menegaskan, "Tidak ada orang sukses yang kerja sendiri, dan tidak ada orang sukses yang tanpa pernah gagal. Yang paling penting adalah bagaimana kita belajar dari kegagalan itu," tutupnya.