Alistair Overeem, mantan petarung UFC, kembali membuka peluang untuk bertanding melawan sesama petarung asal Belanda, Rico Verhoeven. Jika pertarungan ini terwujud, Overeem berharap dapat mempersiapkan diri dengan berlatih di kamp Oleksandr Usyk.
Verhoeven mengejutkan dunia tinju ketika ia bertanding melawan Usyk dalam perebutan gelar WBC kelas berat pada bulan Mei. Meskipun banyak yang meragukan keputusannya sebagai penantang karena latar belakangnya di kickboxing, Verhoeven berhasil memberikan perlawanan yang kuat. Usyk akhirnya meraih kemenangan melalui penghentian pada ronde ke-11 dalam pertarungan yang cukup kompetitif, dan penampilan Verhoeven menarik perhatian lebih besar dari kalangan tinju.
Peluang Pertarungan dan Persiapan
Keberhasilan Verhoeven membuka peluang bagi Overeem untuk menantang rival senegaranya. Petarung berusia 46 tahun ini mengungkapkan bahwa ia telah mengunjungi kamp latihan Usyk di Valencia dan mendapatkan banyak pengalaman berharga dari suasana latihan di sana. “Saya mengunjungi kamp latihannya di Valencia dan chemistry serta energinya sangat bagus. Saya belajar dan mengamati banyak hal, dan itu membuat saya semakin termotivasi,” ungkap Overeem.
Overeem menambahkan bahwa jika ia dapat berlatih di Team Usyk, itu akan menjadi suatu kehormatan. Ia juga percaya bahwa pengalaman Usyk melawan Verhoeven dapat membantunya jika pertarungan melawan rivalnya tersebut benar-benar terjadi. “Ketika sudah berlatih selama ini, semuanya bukan hanya tentang apa yang dilakukan di gym, memukul samsak, mitt atau menjalani sparring. Ini juga tentang apa yang dilakukan di luar gym dan seperti apa kehidupan kita,” jelasnya.
Antusiasme Terhadap Duel
Overeem bahkan menyebutkan bahwa potensi pertarungan melawan Verhoeven bisa menjadi “pertarungan abad ini.” Ia yakin pertandingan tersebut akan menarik perhatian besar di Belanda. “Ini akan menjadi pertarungan abad ini. Pertarungan terbesar dalam sejarah. Seluruh Belanda akan menontonnya,” tegasnya.
Meskipun Overeem belum bertanding di cabang olahraga mana pun sejak tahun 2022 dan tidak memiliki pengalaman dalam pertandingan tinju profesional, ia bisa menjadi salah satu lawan yang menarik untuk menghidupkan kembali karier Verhoeven jika petinju kelas berat papan atas lainnya enggan menghadapi Verhoeven.