Logo
Berita Olahraga

Alwi Farhan dan Ubed Siap Angkat Harapan Tunggal Putra Indonesia di Kancah Internasional

Alwi Farhan dan Moh. Zaki Ubaidillah bersiap menjadi tumpuan harapan tunggal putra Indonesia di level elite bulutangkis. Mereka diharapkan dapat meningkatkan prestasi di tengah regenerasi pemain yang...

E
Elvira Adhitama
08 July 2026 38 pembaca
Foto: Mercy Raya/detikcom
Foto: Mercy Raya/detikcom

Jakarta - Alwi Farhan dan Moh. Zaki Ubaidillah kini bersiap untuk memikul harapan tunggal putra Indonesia di tingkat elite. Duet atlet muda dari Pelatnas PBSI ini diharapkan mampu mengangkat prestasi sektor tunggal putra di tengah proses regenerasi yang sedang berlangsung. Saat ini, Jonatan Christie telah berstatus non-Pelatnas, sedangkan Anthony Sinisuka Ginting masih fokus pada pemulihan kondisi dan performanya. Situasi ini menjadikan Alwi dan Ubed sebagai andalan utama Pelatnas dalam sejumlah turnamen besar.

Japan Open 2026 menjadi salah satu momen penting bagi keduanya. Ini adalah kali pertama Alwi tidak berjuang sendirian dalam turnamen BWF World Tour Super 750, karena Ubed juga berhasil lolos ke babak utama.

Kegembiraan Alwi atas Keberhasilan Ubed

“Ya senanglah, apalagi Ubed juga beberapa kali nyaris bisa masuk turnamen-turnamen elite level. Dan sekarang dia sudah bisa masuk,” ungkap Alwi saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Rabu (8/7/2026).

Manfaat Kehadiran Ubed bagi Alwi

Bagi Alwi, kehadiran Ubed tidak hanya menambah jumlah wakil Indonesia, tetapi juga sangat membantu dalam persiapan pertandingan. Selama ini, Alwi sering kesulitan mencari rekan latihan di turnamen besar karena jadwal pertandingan yang berbeda. Hal ini membuatnya lebih sering berlatih dengan pelatih kepala tunggal putra, Indra Wijaya. “Pastinya ya. Saya beberapa kali kalau turnamen di level atas kan yang bagan atas hari Selasa main, bagan bawah hari Rabu main gitu-gitu. Jadi itu saya lawannya Koh Indra (pelatih kepala tunggal putra) saja. Tapi Koh Indra kan ya terbatas. Jadi hadirnya Ubed sangat membantu saya karena jadi ada teman sparring juga,” jelas Alwi.

Alwi merasa kondisi saat ini mengingatkannya pada masa ketika Jonatan Christie dan Anthony Ginting mulai menanjak ke level senior di tengah persaingan dengan Simon Santoso, Tommy Sugiarto, dan Dionysius Hayom Rumbaka. Namun, ia memilih untuk menjadikan situasi tersebut sebagai motivasi, bukan beban. “Saya sendiri enggak menjadikannya itu suatu masalah ya. Mau ada senior atau tidak, tapi kalau ada lebih bagus. Ya konsekuensi yang harus kita terima. Kita tidak bisa bergelut di situ saja,” kata juara Indonesia Masters 2026 itu.

“Ya memang keadaan yang seperti itulah yang membikin saya bisa berada di sini sekarang. Mau enggak mau juga mengejar mati-matian buat bisa satu level sama yang di atas. Jadi kadang bagus, kadang juga bisa jelek, ya saya harus memaksimalkan yang ada saja.”

Alwi menyadari bahwa harapan masyarakat terhadap sektor tunggal putra Indonesia kini berada di pundak generasi muda. Oleh karena itu, ia ingin dirinya, Ubed, dan pemain-pemain Indonesia lainnya mampu mengembalikan prestasi bulutangkis Merah Putih. “Saya harap kami, dan juga pastinya Koh Jonatan dan semua atlet Indonesia bisa memperbaiki prestasi bulutangkis Indonesia. Kita tahu belakangan ini memang banyak tekanan atau banyak underestimate dari orang. Memang kami sebagai atlet menyadari itu, dan saya rasa kita harus siap menerima tanggung jawab itu dan harus mau enggak mau berjuang mati-matian untuk bisa mengembalikan martabat bulutangkis Indonesia,” tegas Alwi.

Dengan semakin banyaknya kesempatan untuk tampil di turnamen elite, Alwi dan Ubed diharapkan dapat menjadi motor kebangkitan sektor tunggal putra Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Artikel Terkait